Tante-Tante yang haus SEX

2 07 2009

Waktu itu gua di ajak temen gua buat liat hasil lukisan yang di bikin temen gua itu, cewe dia di bawah gua 1 tahun se enggaknya gua senior dianyalah… sewaktu gua tiba di rumah dia ada seorang wanita sexy, cantik, waaahhhh susah deh buat diomongin pokoknya top banget, lalu dia senyum ama gua.“Eh Nit sapa tuh?” tanyaku

“Oooooo Tante gua tuh Ndry kenapa? Suka?”..

“Yeeee enak aja loe,” jawabku.

“Yuk gua kenalin ama Tante gua,” ajak Nita.

“Aloooo Tanteeee,” kata Nita.

“Ehhh udah pulang Nit?” tanya Tante Cisca.

“Iya Tan,” jawab Nita..

“Oh iya Tan kenalin nih temen Nita”.. lalu Tante Cisca mengulurkan tangannya begitu juga gua..

“Cisca,” katanya.

“Andry,” kataku, waaahh tangannya lembut banget langsung otak gua jadi gak karuan untung Nita ngajak gua masuk kalo gak udah deh otak gua ngeressssss.

Sesudah gua ngeliat hasil lukisan si Nita gua ngobrol-ngobrol ama Nita dan Tante Cisca. Enak juga ngobrol ama tantenya Nita cepet akraban orangnya tapi setengah jam kemudian Nita pamit ke belakang dulu otomatis tinggal gua dan Tante Cisca saja berdua. Tante Cisca yang memakai celana street dan kaos tipis membuat jantungku mulai gak karuan, tapi gua ngejaga supaya tidak ketauan kalo gua lagi merhatiin Tante Cisca, kami ngobrol ngalor-ngidul lama-lama duduknya semakin dekat denganku waaahhhh, makin dag dig dug aja nih jatung gua.. gimana enggak Tante Cisca yang putih mulus itu duduknya ngangkang bebas banget pikirku apa dia kagak malu ama gua apa? Lambat laun pembicaraan kami mulai menjurus ke hal-hal yang berbau sex.

“Ndry kamu punya cewe?” tanyanya.

“Blom tan,” jawabku

“Tante sendiri kok sendirian …?”

“Hhhmmmm gak kok kan ada Nita.”

“Maksud saya laki-laki yang jagain Tante siang dan malem lho.”

“Ooooooo Tante cerai sama om 2 tahun yang lalu Ndry…”

“Tante gak kesepian..?”

“Tak tuh kan ada Nita.”

“Maksud saya yang nemenin Tante malem hari.”

“Ih kamu nakal yah.” kata Tante Cisca sambil mecubit pahaku.

Otomatis meringis kesakitan sambil tertawa… hehehhehee…

“Bener Tante gak kesepian?”, gua bertanya lagi.

Tante Cisca bukannya menjawab, dia malah memelukku sambil menciumiku, aku kaget campur seneng. Sewaktu kami bergumul di ruang depan tiba-tiba Nita dateng, untung tadi pintu yang mau ke dapur tertutup kalo ketauan Nita bahaya nih.. kami menghentikan pagutan kami.. lalu Tante Ciscapun pergi ke kamarnya sambil malu-malu. Setelah Nita datang gua langsung pamitan, lalu gua pamitan ama Tante Cisca.

“Tante, Andry pulang dulu,” kataku.

“Lho kok buru-buru?” tanya Tante Cisca sambil keluar kamar.

“Ada keperluan lain Tan,” jawabku.

“Lain kali ke sini lagi yah,” kata Tante Nita sambil mengerlingkan matanya.

“Ooooo iya Tante,” kataku sedikit kaget, tapi agak seneng juga.

Setelah kejadian itu gua jadi kangen ama Tante Cisca. Suatu hari gua lagi jalan sendirian di mall, gua gak nyangka kalo ketemu ama Tante Cisca.

“Allo Tante,” sapaku.

“Hi Andry,” jawabnya.

“Mau kemana Ndry.?”

“Hhhhmmm lagi pengen jalan aja Tante.”

“Kamu ada waktu.?”

“Kalo gak ada gak papa..”

“Emang mau ke mana Tan.?”

“Temenin Tante makan yuk..”

Waaaahhhhh… tawaran itu gak mungkin gua tolak jarang-jarang ada yang traktir gua, maklum gua anak kostan heueuehueuh. Tanpa berpikir panjang gua langsung mengiyakan tawarannya.

Setelah kami makan Tante Cisca ngajak gua keliling sekitar Bandung. Tanpa kita sadari kalo malam udah larut. Waktu itu jam menunjukkan pukul 22.30. Lalu gua ngajak Tante Cisca pulang, gua di anter ama Tante Cisca sampai depan rumah kostan gua. Tapi sebelum gua keluar dari mobil gua kaget campur seneng Tante Cisca menarik badan gua lalu menciumiku dengan ganas. Kami berpagutan lumayan lama. Lama-lama gua makin panas lalu gua ajak Tante Cisca masuk ke dalam kostan gua. Lalu kami masuk setelah di dalam Tante Cisca menubruk badan gua hingga kami berdua jatuh di atas kasur. Lalu kami beerciuman lagi.

Tiba-tiba tangan gua yang nakal mulai mengerayangi badan Tante Cisca yang sexy. Setelah itu gua buka tank top Tante Cisca. Wooowww ternyata dia tidak memakai BH itu membuat gua gampang buat menikmati indahnya payudara Tante Cisca yang indah itu. Tante Cisca mulai mengerang keenakan.

“Ooooooohhhh.. Andryyy.. remas terushhhh,” kata Tante Cisca mendesah.

Mendengar itu aku makin menggila.

“Gua gigit putting susu Tante Cisca…”

“Aaaccchhhhhh… enak sayang.. terussshhh…”

Lalu gua buka celana jeans Tante Cisca, sambil terus kupermainkan gundukan kembar itu dengan rakus setelah gua buka celana jeans tante Cisca, gua buka CD Tante Cisca yang berwarna hitam itu.

Ooooohhhhh indah betul pemandangan malam ini gumamku dalam hati. Lalu aku pun menyuruh Tante Cisca buat membuka pahanya lebar-lebar.

“Baik sayang. lakukan apa yang kau mau..”

Lalu gua benamkan muka gua ke selangkangan Tante Cisca.

“Aaaacccchhhhhhhh… geli sayang,” jerit Tante Cisca, badannya bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri menahan nikmat.

“Aaaaaccchhhhhhh terus sayang.. oooohhhhhhhh”

Gua jilat, gigit, jilat lagi hhhhmmmmmmm… memek Tante Cisca harum. Lalu tangan Tante Cisca mencari-cari sesuatu di balik celana dalamku.

“Wwoooooowwwww,” jeritnya.

“Aku gak percaya punyaan kamu gede Ndry…”

“Tante suka?” tanyaku.

“Suka banget..”

Lalu kupermainkan lagi memeknya, kami bermain 69 Tante Cisca melumat kontolku dengan rakusnya, sampai tiba saatnya dia mulai merengek-rengek supaya kontolku dimasukkan ke dalam liang memeknya.

“Ndryyyy.. sekarang sayang aku gak kuaatttthhh.!!!”

“Sekarang Tante..?”

“Iya sayang cepaaattt.”

Lalu gua menaiki badan Tante Cisca perlahan-lahan gua masukin kontol gua… oooooohhhhhh… sleeeepp perlahan-lahan kontolku pun kubenamkan.

Tante Cisca sedikit teria.

“Aaaaaccccchhhhhhh Ndryyyyy”.

Memek Tante Cisca masih sempit, hangat aahhh.. pokoknya enak banget…

“Masukin yang dalem Ndryy… oooohhhhhhh.!!!

“Goyangin Tante..”

Slepppp… sleppppp… sleeppppp.. kontolku keluar masuk.

“Ooohhhh…. ooohhhhhhh.. ooohhhhhhhh……” kami berpacu untuk mencapai klimaks dan akhirnya kami pun keluar sama-sama.

Setelah kami puas bercinta kamipun tertidur pulas dan bangun kesiangan untung waktu itu temen-temen sekostanku sedang mudik, jadi aku gak terlalu khawatir.

“Kamu hebat tadi malam Ndry sampe aku kewalahan” lalu Tante Cisca pun pamitan untuk pulang lalu dia berkata.

“Lain kali kita main lagi yah aku masih penasaran ama kamu Ndry”….

“Kalo kamu mau apa-apa bilang aja ama Tante ya jangan sungkan-sungkan!!”..

“Baik Tante,” kataku.

Lalu Tante Cisca pun pulang dengan wajah berseri-seri, setelah kami melakukan percintaan itu kamipun melakukannya berulang kali dan hubungan kamipun masih berlanjut hingga kini, tapi hubungan yang tanpa ikatan, hanya hubungan antara orang yang haus akan sex dan semenjak itu akupun diajari berbagai jurus dalam permainan sex, mulai dari doggy style sampai berbagai jurus yang sangat nikmat.

Setelah gua berhubungan dengan Tante Cisca kebutuhan akan sehari-hari gua lebih dari cukup apapun yang gua minta dari Tante Cisca dia pasti memberikannya, soalnya dia bilang permainan ranjangku hebat sekali dan adikku ini lumayan besar, katanya.. dan gua bisa ngebikin Tante Cisca puas. Selama kami berhubungan, Nita temanku itu dan sepupu Tante Cisca itu tidak pernah mengetahuinya, kalo dia tahu berabe deh.. heheheheheheheh….


Aksi

Information

One response

7 12 2009
faula

aku mau ikutan ngentot tante sicca doong

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 336 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: