Akibat bercinta di sembarang tempat

26 08 2009

Jalan kemana nih lex?” tanya Bunga kepada Alex kekasihnya

“Udah jalan aja dulu nanti juga ketemu ayo…”

Segera Alex menyalakan mesin motor bututnya tak lama kemudian kedua sejoli itupun telah melaju.

Malam itu Alex sengaja datang menjemput Bunga kekasihnya untuk malam mingguan dan seperti biasa Bunga tampil cantik menawan walaupun tanpa riasan make up sama sekali. Tampil dengan kaos ketat yang dengan jelas mengexpose keindahan sepasang payudaranya yang berukuran 34c dipadu rok mini yang tak mampu menutupi secara sempurna paha putih yang selembut salju, semakin menambah kesexian gadis itu. Kecantikan Bunga memang luar biasa. Sungguh beruntung bagi Alex yang wajah dan isi kantongnya yang pas-pasan bisa memacari Bunga.

“Wah kayanya udah mau hujan nih” ujar Bunga.

Angin malam ini memang terasa lebih kencang berhembusnya memainkan rambut hitam Bunga yang terurai lepas. Langitpun nampak hitam kelam tak nampak cahaya bulan atau bintang sama sekali.

“Yah…. sudah telat nih kayanya batal deh acara nontonnya.”

Alex nampak kecewa ketika melintas didepan bioskop kesayangannya.

“Uda gak papa cari angin saja lagipula aku juga lagi tidak mood nonton.” Bunga mencoba menghibur kekecewaan kekasihnya itu.

“OK deh kalo gitu gimana kalo ke pantai saja sambil nonton.”Alex sambil tersenyum penuh arti.

“Emang nonton apaan? Lu yakin…? Kayanya sih udah mau hujan lho.” Bunga tak habis pikir emangnya mau nonton apaan di pantai sepi itu.

“Nonton mobil goyang donk.” sahut Alex sekenanya.

“Ih dasar ngeres aja otak lo itu.”

Dicubitnya pinggang Alex dengan gemas oleh Bunga. Diam-diam gadis itupun turut penasaran juga menurut cerita teman-temannya, konon katanya pantai dekat pinggir kota kecil tempat mereka tinggal, seringkali dijadikan ajang tempat mesum yang cukup berani.

Awalnya kedua insan ini sama sekali tidak punya rencana khusus. Seperti kebanyakan pasangan muda lain yang sedang cari angin menghabiskan waktu malam minggu mereka, akhirnya perjalanan mereka terhenti di sebuah pantai satu-satunya kawasan wisata di kota kecil ini. Pantai ini sebenarnya tidak terlalu bagus pemandangannya pantainya juga agak kotor banyak sampah-sampah yang hanyut terbawa ombak cuma karena letaknya jauh dari kawasan pemukiman dan gelap, membuat kawasan ini menjadi salah satu tempat favorit yang strategis bagi para pasangan muda yang asyik memadu kasih. Terutama dimalam hari.

“Yah…. nampaknya gagal juga deh nonton mobil goyangnya sepi banget disini pulang aja yuk.”

Bunga dan Alex sebenarnya hanya iseng belaka mereka ingin menyaksikan aksi nekat para pasangan cabul tersebut. Tapi rupanya malam itu suasana sangat sepi akhirnya mereka berputar-putar saja dan lalu memutuskan untuk pulang.

“E’ eeh lihat tuh ada mobil mojok disana.”

Tanpa sengaja ditengah kegelapan, mata Alex yang jeli menangkap ada sebuah mobil yang terparkir agak tersembunyi di balik kegelapan. Dan benar saja mobil tersebut nampak bergoyang-goyang cukup keras. Bunga dan Alex lalu memutuskan untuk mojok. Berdua mereka mengambil jarak yang cukup sambil cekikikan mengamati aksi mobil goyang tersebut.

“Sayang…. kamu nampak makin cantik deh malam ini.”

Alex mulai melancarkan rayuan gombalnya. Nafsu birahi pemuda ini, lambat laun mulai terbakar. Rupanya pemandangan mobil goyang yang berada di sudut pantai dekat pohon tua yang cukup rindang dan gelap itu menginspirasi Alex untuk ikut mencoba sensasi bercinta di alam terbuka dengan kekasihnya. Apalagi saat itu keadaan sepi karena dari cuaca nampaknya akan segera turun hujan deras.

“Jangan ah lu udah gila ya.!!”

Bunga segera menepis tangan Alex yang tanpa permisi langsung meremas dadanya. Bunga benar-benar tidak menyangka Alex akan sejahil itu.

“Ayo donk say lu lihat sendiri mereka aja berani begituan.” celetuk Alex sambil menyelipkan ibu jarinya diantara jari telunjuk dan jari manisnya kode tanda orang lagi bersetubuh.

Alex terus berusaha membujuk Bunga kekasihnya.

“Dasar gila ogah ah…!!”

Bunga segera memasang wajah merajuk, mulut mungilnya langsung meruncing.

Walau untuk urusan bercinta sudah bukan hal yang tabu lagi bagi mereka, tetapi untuk benar-benar bercinta di tempat terbuka seperti ini, Bunga tentu saja tidak pernah memikirkannya. Bunga kontan langsung mentah-mentah menolak ide gila kekasihnya itu walaupun sebenarnya birahi gadis itu mulai meninggi juga setelah tubuhnya menerima rangsangan-rangsangan nakal kekasihnya pada daerah-daerah sensitifnya. Membayangkan bersetubuh di tempat yang tidak lazim memang memacu adrenalin. Dulu Alex pernah membawakan beberapa keping dvd porno Jepang yang bergenre ekhibitionist dan sampai saat ini ide bercinta di tempat terbuka tak lebih cuma sebatas khayalan liar mereka saja.

“Hmpf… hmpf… ayo… donk… sa..saayang”

Leher Bunga dengan buas mulai diserbu oleh cumbuan-cumbuan Alex yang makin tidak terkendali. Lidah pria nakal ini dengan liar menyapu tengkuk Bunga menimbulkan rasa geli yang luar biasa. Nafsu birahi Alex sudah tidak terbendung lagi.

”I… ih apaan sih ah malu tahu dasar sinting…. udaah… udaah.. sghh…  aaahh… zssgshh..” Bunga kembali menepiskannya wajah kekasihnya yang semakin berani menyosor ke buah dadanya.

Bunga sebagai wanita normal yang selama ini menjalani kehidupan yang wajar-wajar saja tentu masih punya urat malu mustahil untuk meneruskan aktifitas mesum di alam terbuka seperti ini.

“Tenang saja tidak ada yang lihat disini gelap mereka saja berani ayolah.”

Alex nampak tidak senang saat Bunga menepiskan cumbuannya. Tanpa mempedulikan kekasihnya lagi Alex semakin berani bertindak lebih nekat.

Bunga sampai kewalahan berusaha menepis tangan kekasihnya yang tetap nekat menggulung kaosnya hingga terangkat sampai ke pangkal payudara gadis itu.

“Ngga ah mereka kan di dalam mobil. Lha kita cuma diatas motor seperti ini lu bener-bener udah sinting ya?” Alex nampaknya tetap tidak mempedulikan protes kekasihnya.

Nafsu birahinya kini seakan telah membutakan akal sehatnya. Walaupun dapat dipastikan di dalam mobil goyang tersebut juga sedang ada aktivitas mesum, tapi tentu saja keadaannya jauh berbeda dengan Alex dan Bunga yang hanya bermodalkan sebuah motor butut.

“I.. ih ngga mau ah… gilaaa…. gilaa… sinting lu ya. Kalo ketangkap pak hansip beserta warga kita bisa diarak bugil tau!! Ayo lebih baik pulang saja.” Bunga merajuk dicubitnya paha Alex.

Tapi rupanya Alex mengira kekasihnya cuma masih malu-malu saja sehingga bukannya menyudahi aksinya, malahan serangan-serangannya menjadi semakin gencar.

“Aduh say udah kepingin nih, biar saja kalo sampai diarak bugil aku akan entoti lo di depan mereka biar mereka pada ngiri pada kita.” sahut Alex sekenanya ditengah dengus nafasnya yang semakin memburu. Tak beraturan.

“Enak aja gue yang rugi donk nanti kalo aku sampe diperkosa rame-rame bagaimana?!!.” Mata Bunga yang jernih langsung melotot mulutnya yang mungil langsung cemberut tapi rupanya Alex sudah tidak mempedulikan lagi segala ocehan kekasihnya itu.

“E… enggak.. ngggaaak… mauu… sghh… ahhh.. minggir… ahh… zshhhahhh… argh..” Rangsangan dan stimulisasi pada daerah-daerah sensitif Bunga ditambah segala bujuk rayu dan bisikan-bisikan cabul Alex, mau tak mau membangkitkan nafsu birahi gadis cantik itu.

Imajinasi liar persetubuhan ditempat terbuka yang pernah disaksikannya di beberapa keping dvd porno, berkelebatan di otaknya. Sepintas ia membayangkan dirinya sedang disetubuhi beberapa pria sekaligus di tengah pantai ini. Imajinasi Bunga yang liar ini tentu saja hanya dirinya yang tahu walaupun ingin menceritakan kepada Alex tapi tentu saja urat malunya masih lebih dominan.

“Sudah disini saja aku jamin ngga ada masalah dan ngga ada yang peduliin kita”. Alex tetap berusaha membujuk kekasihnya.

Lidahnya yang kasap semakin liar menyapu membasahi leher dan belakang telinga. Sementara itu Bunga juga mulai kehilangan kendali. Tubuhnya terlalu jujur untuk menyangkal kenikmatan-kenikamatan rangsangan sexuil Alex. Pada daerah tersebut memang merupakan salah satu titik rangsangan sensitif rata-rata semua wanita normal.

“Erghh… zssaahh… enaak….bang….” Tanpa sadar Bunga mulai melenguh dan terbuai oleh cumbuan-cumbuan panas kekasihnya.

Tanpa terasa di daerah selangkangan Bunga sudah mulai terasa lembab. Tubuh sexynya mulai menggelinjang mengikuti pola cumbuan kekasihnya. Beruntung malam itu gelap gulita apalagi posisi mereka tertutup dibalik sebuah bangunan bekas sebuah mercusuar yang kini sudah runtuh menjadi seonggok batu yang besar. Malam itu cuaca berawan tebal tanpa cahaya bulan hanya sesekali terdengar gemuruh suara halilintar dan sesekali cahaya kilat menerangi sekilas kegelapan cakrawala disertai hembusan kencang angin pantai yang dingin.

“Slurrphz.. mpuch.. cup… gimana enak bukan.”Alex tersenyum licik melihat kekasihnya sudah mulai on cumbuan-cumbuan mautnya kini telah menampakan hasil.

Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, tangan Alex dengan cekatan menyelinap dibalik bra kekasihnya dan cuma dalam hitungan detik, bra Bunga sudah berhasil dilepasnya. Buah dada kekasihnya yang berukuran 34C kini menggelantung bebas dengan indahnya tanpa penyangga lagi.

“Aih… kutangku….!!!”.

Tiba-tiba angin pantai yang keras datang menerpa. Bunga terpekik kaget kutang yang tergeletak dipangkuannya terbang terbawa angin Bunga berusaha meraihnya namun tak berhasil.

“Lex kutangku jatuh kena angin..! Lex cari dulu Lex, nanti hilang kesapu ombak.”

Bukannya berhenti, jari jemari Alex malahan semakin giat memilin-milin puting susu yang nampak segar merah kecoklatan. Seperti layaknya sedang mencari frekwensi radio saja puting susu Bunga yang pada dasarnya sudah panjang kini menjadi semakin meruncing saja seakan-akan menantang setiap mulut pria untuk segera menghisapnya.

“Baang… jaaaangan sssh… ahhhh….. maluuuuu bang…… jangannnn nanti ada yang lihaaaat maluuuuuuuuuu…..”

Keadaan seperti ini sungguh membuat Bunga tidak karuan. Detak jantung gadis itu berdetak lebih cepat dari biasanya walaupun keadaan cukup dingin namun peluh sebesar biji jagung bercucuran deras membasahi pelipis gadis itu.

“Lex… kutaangku… Lex… cari dulu….. malu….. nanti kalau ada oraaang…. sssghhh.. aaaah”

Ada sedikit rasa penyesalan dalam diri Bunga karena tidak cukup tegas untuk menolak cumbuan Alex namun kini ia sendiri sedang berusaha mati-matian menahan gejolak nafsu birahi yang dengan cepat berkobar menguasai dirinya. Perasaan antara takut ketahuan orang dan rasa nikmat yang timbul seolah malahan menjadi pemicu gejolak birahi yang semakin meledak-ledak.

“Tidaaak…. jangaaan…. srggga… geliii aaahhhh.. zzzhhss..”

Punggung Bunga yang telah telanjang terasa dingin disapu oleh angin malam tersebut sehingga Bunga memeluk rapat tubuh Alex. Merasa mendapat lampu hijau, tangan Alex kini semakin berani menyelusup ke dalam rok mini kekasihnya.

“Auuughh… geeeeliii ah…. shhh…”

Bagaikan tersengat listrik ribuan volt, Bunga semakin menggelinjang liar ketika jari-jari nakal Alex akhirnya berhasil menemukan klitoris gadis itu. Di antara kerimbunan bulu-bulu kemaluannya yang tumbuh dengan lebatnya. Dengan giat dipilin-pilinnya benda itu Bunga menggigit kuat-kuat bibirnya sendiri berusaha mati-matian agar dirinya tidak sampai mengerang nikmat.

“Iiih… creet… breeet…!!”

Bunga terpekik tertahan ketika dengan kasar tiba-tiba Alex membetot celana dalamnya sampai robek. Dengus nafas Alex terdengar semakin memburu.

“Eegh… ash.. ah… ah… geeeeeliiiii…. enaaaaaaaak… bang… ya disitu… ssshh. aaaa… aaaa… hhh arghhhh.”

Alex semakin tersenyum lebar ketika dirasakan selangkangan kekasihnya sudah mulai basah. Alex lalu menggunakannya punggung lengannya untuk menggosok selangkangan kekasihnya.

Dapat dirasakannya bulu-bulu kemaluan Bunga yang tumbuh rimbun seakan menyapu lembut lengannya. Dengan penuh perasaan lalu dibelai-belainya bulu kemaluan Bunga yang hitam lebat sehingga kemaluan kekasihnya itu kini benar-benar telah basah kuyup dan siap untuk dimasuki batang kemaluan lelaki. Tanpa buang waktu lagi, dengan tergesa-gesa Alex memelorotkan celananya sendiri sampai kebatas lutut. Dibimbingnya tangan Bunga yang mungil untuk mengocok batang kemaluannya yang sudah tegak mengacung dengan gagahnya.

”Ya… sayang… ennaaakkkk bangeett… errghhhh… zsssahh..”

Bola mata Alex berubah menjadi putih rasa nikmat luar biasa merambat dengan cepat menjalar dari ujung helm kejantanannya yang berbentuk mirip jamur lalu menyebar dengan merata memberi rasa nyaman keseluruh pembuluh darah yang ada ditubuhnya.

Keadaan Bunga sudah nyaris telanjang dengan kaos yang nyaris terlepas dari tubuhnya. Belum cukup sampai disitu, lalu rok mini Bunga ditariknya sampai ke perut angin dingin yang nakal langsung menyapu kemaluan gadis itu yang sudah tanpa celana dalam lagi.

“Aduuh…. awass….!!”

Bunga nyaris terjatuh dari jok motor ketika Alex berusaha memangkunya duduk diatas batang kemaluannya yang sudah tegang membengkak. Posisi duduk diatas jok motor memang kurang nyaman sehingga Alex kesulitan untuk memasukan batang kejantanannya.

“Arg… aduu…h… sakit…. pelan… pelan… Lex.”

Bunga dapat merasakan kemaluan kekasihnya beberapa saat menggesek-gesek pahanya sebelum akhirnya batang penis itu berhasil menemukan lobang kenikmatan bunga, dengan perlahan-lahan batang kejantanan Alex akhirnya dengan sukses terbenam seluruhnya dalam liang surga kenikmatan Bunga.

Seluruh tubuh Bunga itu terasa lemas seakan melayang-layang tulang belulangnya bagaikan sudah terlepas dari seluruh persendiannya. Rasa nikmat dan takut bercampur aduk jadi satu menjadi sejenis bahan bakar super pemacu birahi. Degup jantung dan aliran darah gadis itu terasa lebih cepat berputar disekujur tubuh.

“Auww… udahh…. ampunnn…. geliiii…. sudah… sudahhh.. cukup…”

Bunga kegelian saat Alex mengigit-gigit kecil lehernya. Jari-jemarinya yang usil juga tidak mau ketinggalan terus-menerus memilin-milin puting susu Bunga sehingga putingnya kini benar-benar telah meruncing sampai ke batas maksimalnya.

********************************

Sementara itu ditempat lain,

“Sialan apaan ini… bukannya ikan tapi malah kutang cewek bikin sue aja deh… udah deh lebih baik aku pulang saja”

Andy pria ceking pecinta lingkungan hidup rupanya malam itu juga sedang berada dipantai itu. Ia lalu berjalan menuju mobilnya dan segera bergegas dari tempat itu.

Sebagai anak dari orang tua yang cukup mapan, peralatan Andy cukup lengkap ia punya hoby mendokumentasikan segala kehidupan binatang dengan handycam sehingga kemanapun dirinya pergi handycam Sony keluaran terbaru yang dilengkapi sinar infra merah yang mampu merekam obyek walaupun didalam keadaan gelap gulita selalu setia menemaninya. Andy ini memang salah satu pengaggum berat Steve Irwin, pawang buaya yang belum lama ini tewas. Andy punya cita-cita untuk menjadi produser acara flora dan fauna seperti yang ada di chanel National Geographic. Namun karena hobynya yang aneh bagi anak-anak seusianya, Andy sering jadi olok-olokan kawan-kawannya dengan julukan profesor lang ling lung dan salah satu orang yang paling sering mengerjai Andy adalah Alex. Andy sedemikian kesalnya pada Alex yang dianggap sebagai provokator bagi teman-teman yang lain untuk mengerjai dirinya.

Dalam hati Andy ingin sekali membalas sakit hatinya tapi sampai kini ia belum cukup mempunyai keberanian dan kesempatan untuk membalaskan sakit hatinya.

********************************

Kembali ke Bunga dan Alex…

“I..ihh… apaan sih udah ah ngga mau aku ngga mau.”

Tak cukup puas sampai disini saja, Alex menuntut lebih ia berusaha melepaskan kaos Bunga yang kini hanya tergantung dileher.

“Ayo donk buka saja sekalian tanggung nih ngga enak nyangkut-nyangkut kainnya.”

Alex meminta Bunga agar tampil bugil total tentu saja Bunga menolak idenya yang sudah dirasakan semakin melampaui batas.

“Ssh.. ah… ah…. shh.. sudah… Lex cukup… ssstoopz… ada yang datang…. argghhhh…”

Di tengah-tengah rasa nikmat birahi tiba-tiba sekilas cahaya mobil yang menyilaukan secara tidak sengaja menyoroti mereka.

Bunga merasakan jantungnya seolah lepas dan berhenti berdenyut. Keadaan yang ia takutkan akhirnya menjadi kenyataan. Beruntung Bunga masih bisa menguasai keadaan walaupun terlambat dengan terburu-buru segera Bunga menurunkan kaosnya yang tersingkap. Tapi tidak dengan kemaluan Alex yang masih menancap di liang vaginanya. Beruntung Bunga masih sempat meraih jaket Alex untuk menutupi pantatnya yang telanjang. Mobil tersebut lalu mengedipkan lampunya seakan memberi tanda. Bunga yakin orang yang didalam mobil pasti sempat melihat perbuatan mereka.

“Hey sepertinya itu Alex dan pacarnya…kayanya mereka sedang nglakuin yang ga beres tuh.”Dalam hati Andy bergumam. Meskipun keadaan gelap,berkat cahaya lampu mobil yang menyala terang, Andy masih dapat mengenali Alex. Ia lalu memutuskan untuk menyelidiki mereka. Sengaja Andy memarkir mobilnya agak jauh lalu dengan mengendap-endap ia lalu kembali ke tempat Bunga dan Alex berada.

“Huh… sialan bikin kaget saja.” Alex hanya berhenti sejenak meggoyang pinggulnya.

Batang kemaluannya masih terasa hangat dan nyaman berada di dalam lobang kenikmatan kekasihnya. Pijatan-pijatan lembut kembali dirasakan batang kemaluannya yang sempat mengkerut untuk beberapa saat. Nafsu primitif yang sempat terhenti sejenak kini kembali menguasai sepenuhnya kedua insan ini. Alex lalu kembali melanjutkan menyetubuhi Bunga.

“Idih… lu emang bener-bener gila Lex.. gilaaa.. dasar ngga tau malu gimana nanti kalo ada orang lewat lagi?” Bunga hanya bisa pasrah dan cuma mengomel.

Batang kemaluan Alex kembali menyodok-nyodok selangkangannya dengan liar. Entah apa yang ada di dalam kepala Alex, kini ia telah melucuti busananya sendiri sampai telanjang bulat. Busananya di geletakan begitu saja diatas jok motor.

“Bodo amat. Yuk turun di balik batu karang yang besar itu nampaknya lebih aman.” Dengan mengendap-endap mereka lalu turun dari motor dan berjalan menuju semakin ke bibir pantai.

“Udahlah Lex perasaanku ngga enak kayanya ada yang ngintip deh.” Meski ragu-ragu akhirnya Bunga mengikuti Alex.

“Udah disini sekarang aman mana ada yang mau turun sampai kesini. Ayo sekarang aku bantu lepasin baju lo, biar adil gua khan udah bugil sekarang giliran lo donk”. Dalam keadaan telanjang bulat Alex mencoba mengejar Bunga yang berlari menghindar.

“Elo persis kaya monyet deh kalo bugil seperti itu.” Bunga kegelian melihat tingkah konyol Alex.

Kemaluan dan biji pelirnya yang besar menggelantung bergoyang kesana kemari mengikuti irama gerakan tubuhnya.

“E’ eh sialan lo katain gue monyet ayo sekarang lo harus ikut telanjang bulat supaya monyetnya jadi dua.” Alex semakin bersemangat mengejar Bunga.

Dengan cekikikan Bunga mencoba berlari menghindari tangkapan kekasihnya. Tanpa disadari Alex dan Bunga, sepasang mata sedang mengawasi dengan seksama tingkah mesum mereka berdua.

“Ye lagian siapa yang suruh bugil, lu sendiri yang mau… Auuuw… ih…” Bunga tidak sempat melanjutkan ucapannya.

Dengan tiba-tiba Alex berhasil merenggut kaos terakhir yang menutupi tubuh gadis itu.

“Hey… Lex… balikin….. jangan gila ya.” Alex tertawa riang diputar-putarnya kaos yang telah berhasil direnggutnya.

Kini gantian Bunga berlarian dengan telanjang dada berusaha mengejar Alex yang semakin jauh masuk kedalam air.

“Ayo… ayo…. sini ambil sendiri kalo mau…. Nah…. kena lo pentilnya.” Alex terus menerus mempermainkan Bunga.

Buah dada Bunga yang besar menjadi sasaran empuk serangan hit and run cubitan-cubitan tangan jahilnya.

“E’.. eeh… jangaaan…. Please Lex jangan tolong kembalikan.” Bunga kaget ketika Alex hendak mencelupkan kaos itu ke dalam air laut.

Kali ini kelakuannya rasanya sudah benar-benar keterlaluan. Dengan kaos ketat tipis yang basah apalagi kini kutang Bunga telah hilang dapat dipastikan payudara jumbo yang besar dengan putingnya yang meruncing merah kecoklatan tentu tidak akan bisa disembunyikan lagi. Bunga ngeri kalau sampai ayahnya memergok dirinya dalam keadaan seperti itu bisa runyam semuanya.

“Ayo makanya kesini ambil sendiri kaosmu ini.” Alex semakin bersemangat melihat Bunga yang nampaknya sudah hampir menyerah.

“Please Lex balikin kaos gue… gue… menyerah deh.” Dengan putus asa sekali lagi Bunga mencoba membujuk Alex.

“Ya udah sekarang copot rokmu bikin aku puas donk sayang.” Alex akhirnya keluar dari air tubuhnya kini telah basah kuyup.

Bunga lalu celingukan mengawasi sekilas keadaan sekitarnya. Gadis itu lalu mengendap-endap ke balik batu besar setelah sejenak Bunga memastikan benar-benar tidak ada orang, ia memutuskan untuk memenuhi kemauan Alex. Dengan hati-hati Bunga lalu melipat kaos dan roknya. Di letakannya busananya diatas batu karang yang tinggi dengan ditindih oleh sebongkah batu yang cukup besar untuk memastikan tidak terbawa angin. Dapat dirasakannya seluruh bulu-bulu halus disekujur tubuhnya meremang berdiri baru kali ini Bunga bertelanjang bulat di alam terbuka rasa takut membuat jantungnya semakin berdetak tapi disisi lain ia merasakan sensasi yang aneh dengan ketelanjangannya yang semakin meningkatkan gairah birahinya.

******************************

Sementara itu tak jauh dari tempat Alex dan Bunga bercengkrama,

“Hm… Alex… Alex dasar otak lo emang segede kacang doank. Rupanya Tuhan cukup adil kini tiba saatnya aku balas perbuatanmu.”

Rupanya Andy dengan diam-diam mengawasi ulah pasangan mesum tersebut.

“He… he.. he… kini aku dapat film dokumenter sepasang monyet yang sedang kawin. Lihat saja nanti kalian bakal aku buat malu seumur hidup.” Andy lalu segera mengaktifkan handycamnya dalam posisi infrared mode on.

“E.. eh eit… tolong… tolong… aku diiperkosa… mmpf.” Alex tidak mampu lagi melanjutkan pekikan tertahannya.

Lidahnya kini telah dihisap kuat-kuat oleh Bunga. Kedua insan ini benar-benar telah lupa daratan. Nafsu primitif kini telah seratus persen menguasai keduanya, sehingga tanpa disadarinya ada seseorang yang tengah merekam seluruh kegiatan mereka.

“Hmmpf… arrrgh… aaahh.. aaaahhh… ssshhh. sssshhhhh…. awas ya nakal sekali kamu.” Alex meringis keenakan ketika batang kejantanannya dengan cepat dikocok-kocok Bunga rasa ngilu bercampur geli-geli enak terpusat pada ujung kepala penisnya yang semakin membengkak oleh remasan-remasan tangan mungil Bunga.

“Sh… hh.. ah… yeah enak Lex.. ah…” Bunga tak kuasa lagi menyembunyikan erangan nikmat.

Gairah birahinya kini sedang meledak-ledak dengan dahsyat seakan menggedor-gedor dadanya.

Seakan tak mau kalah membalas serangan Bunga, lidah Alex begitu terampil menjilat dan menghisapi klitoris Bunga. Ujung lidah Alex yang kasap dan hangat memberikan stimulisasi yang sensasional di liang kewanitaannya. Alih-alih, bukannya Alex yang klimaks lebih dulu, melainkan Bunga lebih dahulu yang akhirnya dibuat melayang-layang menikmati surga kenikmatan sesaat.

Tubuh bugil mereka bergumul dengan liar di pasir pantai. Tanpa mempedulikan lagi tubuh telanjang mereka yang telah kotor terbalur oleh lumpur dan pasir pantai, seakan-akan dunia hanya milik mereka berdua. Sapuan ombak pantai yang dingin silih berganti menyapu tubuh-tubuh telanjang mereka bahkan belaian ombak dingin tersebut seakan laksana bensin yang semakin membakar api birahi mereka berdua. Walaupun sudah tidak terhitung lagi frekwensi mereka bersetubuh, tapi baru kali ini mereka merasakan kenikmatan yang tiada duanya imajinasi liar mereka berdua akhirnya tumpah ruah menjadi kenyataan di malam ini. Dinginnya angin malam tidak cukup untuk mendinginkan temperatur panasnya birahi mereka berdua.

“Egh.. hg.. hh.. kamu luar biasa malam ini say.. ammmpun….. jangan….. stop dulu. Aku masih belum mau ngecriit… ssgh.hhhh..” Alex meringis-ringis berusaha sekuat tenaga menahan ledakan puncak kenikmatannya dengan terburu-buru ditariknya kemaluanya dari mulut Bunga.

Gadis itu tidak melepas begitu saja kemaluan Alex dalam mulutnya

“Ougghh… ah… Aih… curang…” Bunga terkejut.

Tiba-tiba puting susunya dicubit dengan keras akhirnya Alex berhasil menyelamatkan kemaluannya dari mulut Bunga.

Alex lalu membimbing kekasihnya kearah batu karang. Dengan bertumpu pada salah satu batu karang, kaki Bunga lalu diangkat satu sementara kakinya yang satu tetap menopang tubuh indahnya.

“Lu nungging lebih keatas lagi… ya cukup… ssshhhzzzzhhhaaaahh…”

Sejenak Alex menggenggam kemaluannya sendiri diarahkannya batang kejantanannya ke lobang kemaluan kekasihnya. Untuk beberapa saat dibiarkannya kemaluannya merasakan pijatan-pijatan dan remasan nikmat dari dinding-dinding kemaluan kekasihnya yang seakan-akan mengurut dengan perlahan.

“Lex please… sodokin donk.. augh… sshhh.ah…”

Mata Bunga setengah terpejam merasakan sensasi pada selangkangannya yang terasa mengganjal dan semakin bertambah basah. Tanpa kesulitan berarti, Alex lalu menyetubuhi kekasihnya dalam posisi berdiri.

“Oh.. oh… yes… ah… ahh… zsshhgh… oh…. no…. aoughhh…. ahhh.”

Bunga merasakan kemaluan hendra bergetar-getar dahsyat dengan ritme-ritme yang teratur sementara lidah mereka saling beradu, rintihan-rintihan nikmat meluncur deras tak beraturan dari bibir keduanya.

Lalu Alex merebahkan kekasihnya di hamparan pasir pantai dan berputar membentuk posisi 69. Dipentangkannya kaki kekasihnya lebar-lebar Alex nampak sangat bernafsu menjilati klitoris kekasihnya tanpa jijik dihisapnya seluruh cairan kewanitaan yang semakin deras membanjiri selangkangannya yang dihiasi dengan bulu kemaluan yang hitam merimbun Alex nampak seperti sedang makan rumput.

“Arghhhh… sssh…. aaampunnn Lex.” Bunga hanya bisa menggelinjang-gelinjang tak keruan menikmati sensasi nikmat yang tiada duanya.

Tanpa mempedulikan tubuh mereka yang kotor belepotan pasir, kemudian Alex menyuruh kekasihnya menungging, belahan pantat yang putih terlihat jelas dan semakin memacu birahi dengan segera Alex menunggangi Bunga dalam posisi doggy style.

“Sleeps.. plok… ploook sleepss..” Bunyi batang kemaluan Alex yang sibuk hilir mudik keluar masuk liang kenikmatan Bunga terdengar cukup jelas bergantian dengan bunyi biji pelirnya yang menampar-nampar pantat putih mulus milik Bunga.

“Srrrghh aaah… aaah… enak… Lex…. oh… yesss.. ooohhh… no… aauuooghh.” Rintihan Bunga semakin tak terkontrol saat batang kemaluan Alex yang berdiameter 10 cm dan panjang hampir 20 cm serasa sesak menjejali liang kemaluannya.

Entah kenapa Bunga merasakan batang kemaluan kekasihnya terasa lebih besar dari biasanya.

“Ohh…. shhiitttt….. aarghhh… ooo… o. o… oughh… aaakkkuuuu…. nggaaa….k. ttttaaahaaaaannnn… lagggiii… arghhhh… crreeeth… cree…th” Alex mengerang-erang keenakan menahan nikmat.

“Akkkkkuuu…. jugaa….. Lex… tahaaannnn….. sebentaaaar….  aaarghhh… ough.. ssssghhhh…. hhegghhhh… ooooaaahhhh” tanpa bisa tertahankan lagi akhirnya penis Alex memancarkan cairan kenikmatannya.

Bersamaan dengan Bunga yang juga telah mencapai orgasme yang entah untuk keberapa kalinya. Bagaikan habis memikul beban yang luar biasa berat tubuh bugil mereka langsung terkulai lemas seakan tiada daya lagi.

“Auuugh… Lex… ada yang merayapi dan menggigiti memekku Lex… ssgh…..”

Dengan nafas yang tersengal-sengal Bunga merasakan ada sesuatu yang merayapi tubuhnya terutama di area selangkangannya. Rupanya cairan-cairan sisa lendir mereka menjadi suatu daya tarik bagi binatang penghuni pantai yang tanpa diketahui datang dari mana mulai berdatangan merayapi tubuh mereka.

“Adduuh… binatang sialan… kontolku juga digigit dik.. ssrgghhh…” Alex juga merasakan batang kemaluannya seperti sedang digerayangi beberapa binatang namun keduanya masih terlalu lemah sehingga untuk sementara mereka hanya mendiamkan saja para binatang penghuni pantai merayapi tubuh telanjang mereka.

“Aih… siapa…. itu…” belum usai rasa capai yang luar biasa, mendadak mata Bunga melihat sekelebat bayangan hitam dari atas batu karang secara spontan Bunga berusaha menutupi selangkangan dan dadanya sebisanya.

Alex juga tidak kalah kagetnya ia sebenarnya juga melihat sekelebat bayangan dan cahaya hijau yang berpendar redup namun ia tak mengatakannya karena takut Bunga akan menjadi semakin panik Alex masih berusaha bersikap tenang seperti tidak terjadi sesuatu.

“Tidak ada siapa-siapa koq mungkin hanya kucing lewat.” jawab Alex.

Masih dalam keadaan telanjang bulat, dengan mengendap-endap keduanya mencoba mengintip dari balik batu karang untuk memastikan keadaan.

“Tapi koq ada cahaya hijau berpendar tadi ya kearah kita. Kira-kira cahaya apa tadi?” Bunga nampak masih sangat cemas dengan masih gemetaran dipeluknya erat-erat lengan Alex. Lengan Alex terasa hangat dihimpit payudara kekasihnya.

“Ah paling mata kucing saja. Mata kucing kalo di kegelapan kan warnanya hijau. Semua aman koq motor juga masih ada di tempatnya” Alex akhirnya bernafas lega.

“Yah sudah mulai turun hujan.” Setelah mencapai orgasme hebat perlahan-lahan akal sehat mereka mulai bekerja kembali.

Berlama-lamaan dalam keadaan telanjang bulat di tengah kegelapan pantai mereka berdua merasa jengah juga.

Buru-buru Mereka bergegas menuju ke tempat batu karang tempat Bunga menyimpan pakaiannya tentu saja Bunga tidak ingin bajunya menjadi basah kuyup oleh air hujan tidak bisa dibayangkan kalau bajunya sampai basah kuyup sementara kini dirinya tidak punya pakaian dalam sama sekali.

“Celaka bajuku ada dimana Lex…?!!” Mendadak lutut Bunga terasa lemas mendapati tempat bajunya diletakan kini telah kosong melompong hanya ada sehelai daun yang ditindih batu pengganjal yang sebelumnya digunakan untuk menindih pakaiannya.

Suara Gadis itu mulai tercekat nampak jelas kegalauan yang luar biasa menghinggapi gadis itu. Kini Bunga benar-benar menyesali kebodohannya karena menerima ajakan Alex untuk bersetubuh di tempat terbuka, ia sama sekali tidak pernah membayangkan akan jadi seperti ini akibatnya.

“Tenang-tenang mungkin terbang ke bawa angin.” Alex berusaha menenangkan kekasihnya.

Kemaluannya yang semula masih tegak berdiri kini mendadak langsung mengkerut dan terkulai lemas.

“Tidak mungkin Lex tadi sudah aku tindih pake batu yang besar pasti ada yang mengerjai kita apalagi cuma ada daun saja.” Isak Bunga dengan terbata-bata diselingi derai tangis yang semakin kencang.

Alex tak mampu lagi untuk menenangkan hati kekasihnya.

“Tenang-tenang nanti pakai saja jaketku ayo cepat sedikit.” Perasaan Bunga menjadi sedikit lega mendengar bujukan Alex.

Kini Gadis itu benar-benar kebingungan dengan ketelanjangannya. Walaupun sia-sia Bunga tetap berusaha menutupi bagian-bagian vital tubuhnya.

“Celaka baju dan jaketku juga hilang kurang ajar…!!!!” Alex sudah hampir berteriak-teriak menyumpahi orang iseng yang mengerjai mereka tapi Bunga berhasil mencegahnya.

Bunga takut teriakan Alex malah memancing orang yang mungkin ada disekitar sini atau bahkan mungkin keadaan akan bertambah buruk lagi.

Sementara hujan mulai turun semakin deras membasahi mereka berdua yang masih dalam keadaan telanjang bulat dan kebingungan. Keduanya kini sungguh menyesali kebodohannya sendiri yang kini berakibat sangat fatal. Dinginnya angin malam yang tadi tidak terasa kini mulai ganas menusuk sampai ke tulang tubuh Bunga tak kuasa lagi menggigil menahan kedinginan

“Maafkan aku sayang” suara lirih Alex terdengar berbisik di telinga kekasihnya walaupun dalam hati Bunga kesal, tapi untuk sementara mereka harus memikirkan jalan keluarnya.

Alex memeluk kekasihnya erat-erat. Pelukan Alex paling tidak, sedikit mampu mengurangi rasa dingin yang menyengat tulang.

“Yah setidaknya motor kita tidak hilang.” Alex tersenyum kecut.

“Motor tidak hilang tapi masa kita akan pulang dalam keadaan bugil seperti ini dengan naik motor bisa-bisa aku di perkosa orang bang.” Bunga benar-benar kesal pada Alex.

“Mau bagaimana lagi..? Untung hujan cukup deras jadi kemungkinan orang keluar sedikit apalagi kini sudah malam ayo kita cari-cari sesuatu yang bisa dipakai.” Menyadari tidak ada pilihan lain, walaupun ragu Bunga terpaksa menyetujuinya daripada harus bugil semalaman apalagi nanti kalo sampai pagi keadaan belum bisa diatasi, mereka berdua bisa diamankan warga karena berbuat mesum di tempat umum

“Brengsek…. sial…. tak ada satupun sampah disini yang berguna.” Alex menggerutu.

Ternyata menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk menutupi tubuh bugil mereka tidak mudah. Kebanyakan sampah-sampah yang hanyut hanya daun-daun kecil dan ranting kayu yang sudah lapuk dan beberapa botol plastik bekas minuman.

Setelah bersusah payah mencari, mereka cuma menemukan selembar kantong plastik kresek warna hitam yang berukuran kecil pula. Plastik tersebut bahkan tak mampu untuk menutupi seluruh payudara Bunga yang berukuran besar. Alex lalu menyobek plastik tersebut menjadi 3 bagian 2 serpihan plastik itu hanya cukup pas untuk menutupi kedua puting Bunga sisanya yang satu serpihan lagi dikenakan untuk menutupi alat kelamin Bunga. Sebenarnya plastik terakhir yang menutupi selangkangan Bunga tak cukup bermanfaat. Plastik berwarna hitam itu tak cukup lebar untuk menutupi kemaluan bunga yang ditumbuhi rambut kemaluan yang rimbun. Bulu-bulu kemaluan gadis itu tumbuh subur menyeruak kemana-mana, warna plastik yang hitam juga bulu-bulu kemaluannya yang juga berwarna hitam membuat sekilas Bunga nampak tidak mengenakan suatu apapun untuk menutupi alat kelaminnya seolah-olah kelaminnya hanya tertutup oleh bulu-bulu kemaluannya yang tumbuh lebat. Ketiga serpihan plastik tadi kemudian disambungkan dan dirangkai menjadi satu membentuk seperti bikini two piece dengan bantuan serat pelepah pisang yang hanyut di pantai.

Sedangkan Alex cuma bisa menemukan botol bekas minuman yang kemudian dipotong ujungnya dengan pecahan kaca yang berhasil ditemukan. Botol plastik itu lalu dijadikan semacam koteka untuk menutupi kelaminnya. Botol plastik itu tidak berwarna alias transparan cuma karena sudah cukup lama terendam di air laut dinding plastik tersebut menjadi berwarna agak keruh. Pada tempat yang cukup terang kemaluan Alex masih nampak jelas. Alex tak berhasil menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk mengikat botol tersebut pada tubuhnya. Akhirnya dengan memanfaatkan biji pelir dan batang kemaluannya yang dilipat botol tersebut bisa dikenakan juga. Busana darurat seperti itu sungguh sangat tidak layak untuk dikenakan strukturnya terlalu rapuh sedikit goyangan atau tiupan angin yang cukup keras dipastikan dapat menelanjangi mereka kembali dalam sekejap. Tapi nampaknya mereka sudah tidak punya pilihan lain akhirnya mereka memutuskan untuk tetap mengenakan busana darurat mereka dan tetap nekat pulang daripada mesti nunggu sampai pagi. Mereka berdua merasa risih dan sangat tidak nyaman. Dengan busana darurat yang dikenakannya. Tubuh bugil keduanya tak cukup tertutupi hanya tertutup oleh selembar plastik bekas dan botol bekas. Dengan terburu-buru Alex segera menghidupkan motor bututnya dan tancap gas.

Tiba-tiba hembusan angin yang sangat keras telah menerbangkan satu-satunya penutup tubuh mereka. Tak ayal lagi mereka kini kembali dalam keadaan telanjang bulat melaju diatas jalanan pinggiran kota yang untung masih sangat sepi. Tak bisa dibayangkan jika jalan tersebut dipadati banyak orang.

“Ba… ba.. gaimana nih sudah ditengah jalan…?” Bunga tidak bisa lagi menahan isak tangisnya.

Gadis malang itu tak pernah membayangkan dirinya harus mengalami kejadian paling memalukan seperti ini.

“Sudah terus saja tanggung nanti malah orang-orang pada nyamperin” akhirnya Alex memutuskan untuk segera memacu motor sekencang-kencangnya dengan harapan segera sampai di rumah.

“Ce… ce… celaka ada razia polisi….”

Kesialan mereka ternyata belum berakhir. Alex tak sempat lagi menghentikan laju motornya. Ia terlambat menyadari ada mobil patroli polisi yang berhenti di tikungan jalan. Buru-buru Alex lalu memutar motornya dan mencoba untuk kabur.

“Hey kalian jangan kabur…!!! Turun kalian….”

Usaha Alex sia-sia belaka beberapa orang polisi dengan sigap telah memotong jalan. Tubuh bugil mereka berdua langsung menggigil ketakutan mendengar bentakan para polisi itu. Beberapa polisi dan anjing penjaga langsung datang berhamburan mengepung mereka.

“Kalian mabok ya?”

Para polisi itu lalu mulai mengintrograsi mereka di tatapnya lekat-lekat tubuh bugil kedua pasangan itu penuh selidik satu persatu. Merasa risih dengan tatapan para polisi itu Alex berdiri dengan kedua tangan tersilang menutupi alat kelaminnya sedangkan Bunga mencoba menyembunyikan ketelanjangnya dibalik tubuh Alex kedua tangannya disilangkan didepan payudaranya sambil berjongkok.

“Siapa suruh kamu jongkok…!!! Berdiri tegaaak!! Posisi sempurna tangan disamping..!!!” Salah seorang polisi yang bertubuh tambun langsung kembali menghardik mereka.

“Sersan coba kau periksa mereka saya curiga mereka menyimpan dan mempergunakan narkoba nampaknya mereka sedang mabok berat sampai lupa memakai busana.”

Anjing-anjing polisi itu lalu mengendus-endus dan menjilat-jilat alat kelamin kedua orang malang itu yang masih tersisa lendir-lendir sisa persetubuhan mereka.

“Ampun pak… kami… kami… baru saja dirampok.”

Dengan terbata-bata Alex berusaha menjelaskan kejadian yang menimpa mereka. Posisi mereka menjadi serba salah ketika berusaha menghalau jilatan-jilatan Anjing cabul tersebut. Lidah anjing tersebut terasa panas dan kasap menyapu alat kelamin mereka masing-masing. Mereka sangat berharap agar para polisi itu menarik anjing-anjing mereka.

“Jangan bohong kalian..!! Kami sudah puluhan tahun bekerja menghadapi para pembohong, bualan kalian masih sangat amatir kalau kalian dirampok kenapa malah mau lari ketika ketemu kita tadi?”

Jakun polisi itu nampak naik turun, matanya menatap liar seakan-akan hendak menelan bulat-bulat tubuh bugil Bunga.

“Ng… ng… anu pak kami malu karena telanjang bulat, jadi tadinya kami mau sembunyi dulu sekarang saya mohon tolong pinjami kami baju pak.” Alex berharap agar para polisi tersebut berbaik hati kepada mereka.

“Kurang ajar jadi maksudmu kalian suruh kami gantian yang bugil?!! Kau pasti pria hidung belang dan kau PSK. Sayang cantik-cantik begini koq melacur, wajah ayumu nampak seperti orang baik-baik bagaimana kamu bisa jadi pelacur haah?!!” Dengan kerlingan kurang ajar polisi itu mengintrograsi Bunga.

Harga diri bunga hancur berkeping-keping tanpa sisa. Kupingnya terasa panas mendengar dirinya disebut pelacur.

“Sekarang angkat tanganmu keatas… tetekmu gede amat operasi ya..? Atau jangan-jangan kau sembunyiin narkoba di tetekmu?!”

Dengan kasar salah seorang polisi itu merabai payudara Bunga dengan bernafsu diremas-remasnya payudara gadis malang itu seakan sedang membuat adonan roti saja.

“Ampun pak saya bukan pelacur saya perempuan baik-baik…!” dengan terisak-isak Bunga berusaha membela diri.

Dirinya hanya bisa pasrah dilecehkan seperti ini. Tubuhnya menggeliat-geliat tak keruan bagai cacing kepanasan saat puting susunya ditarik-tarik kekanan dan kekiri dengan kasar.

“Kalian sedang mabok, jelaskan nanti saja di kantor, manusia seperti kalian harus dikasih pelajaran.” Alex hanya bisa tertunduk lesu tak bisa menjawab.

Keduanya hanya bisa pasrah ketika borgol akhirnya membelenggu kedua tangan mereka masing masing ke belakang.

“Sersan coba periksa dengan teliti sekali lagi disetiap lobang ditubuh mereka saya yakin mereka juga menyembunyikan narkoba.”

Sang komandan lalu memerintah salah seorang anak buahnya untuk menggeledah kedua orang malang itu.

“Buka mulutmu..!!”

Sinar senter milik polisi yang menyilaukan langsung menghambur ke mulut Alex.

“Lebarkan kakimu…!!! Lebih lebar lagi!!! Sekarang membungkuk sedikit..!!”

“Arrrghhhhh… adduuhhhh.. aammpun…… sakiiiit…. pak pooolisi….”

Tubuh Alex langsung melenting bagai tersengat listrik ribuan volt, dirinya samasekali tidak menyangka kalau lobang duburnya tiba-tiba disodok oleh tongkat pentungan Polisi.

“Sudah diem kamu dasar banci kaleng….!! Yang cowok bersih komandan!!!!” teriak salah seorang polisi.

Alex cuma bisa tergolek lemah diatas tanah yang becek lobang anusnya terasa panas bagai kena bara api.

“Coba sekarang periksa yang cewek periksa yang teliti”

Kini tiba Giliran Bunga untuk diperiksa oleh para polisi cabul ini.

“Pak jaaaangan pak…. ampunnnn…. Lex tolongin guee… Lex.. sssggghhhh… aa.aahh.h…”

Bunga menggelinjang hebat ketika tangan-tangan polisi tersebut dengan kasar menggerayangi sekujur tubuhnya. Bosan memainkan payudaranya kini jari polisi tersebut dengan kasar mengorek-ngorek liang anus Bunga. Gadis itu cukup beruntung lobang anusnya hanya dikorek dengan jari. Tapi rupanya polisi itu sengaja mengerjai lobang anus Bunga dengan perlahan digelitiknya lobang anus Bunga sampai lobang tersebut berdenyut-denyut kembang kerut.

“Ough… ahhh… ser…. ah… ahhh… tidaaak… aadduuuhh.!!!”

Lalu salah satu tangan polisi tersebut berpindah ke arah selangkangan Bunga. Dengan giat polisi itu mengorek-ngorek liang kemaluan gadis malang itu sehingga menimbulkan rasa geli dan sakit.

Kembali polisi itu sepertinya sengaja merangsang alat kelamin Bunga, dimainkannya alat kelamin gadis itu sampai basah kuyup.

“Aooouww… sakiiit pak” secara spontan tubuh bugil Bunga melenting kuat.

“Maaf tapi ini kami perlukan untuk barang bukti.”

Polisi itu dengan gemas mencerabut beberapa helai bulu kemaluan Bunga yang lalu dimasukan kedalam sebuah kantong plastik kecil.

Entah sudah berapa lama Bunga hanya bisa mengerang dan menggelinjang tanpa daya dengan tangan terborgol. Reaksi alami tubuhnya tak mampu menyembunyikan siksaan nikmat yang mendera selangkangannya meskipun ketakutan, badai orgasme yang tiada henti silih berganti terus menghujani dirinya. Kemaluannya kini telah basah kuyup oleh lendir-lendir reaksi dari rangsangan jari-jari cabul para polisi itu.

“Ini barang buktinya”

Polisi tadi kemudian menunjukan bungkusan mungil dari kedua jarinya yang basah oleh lendir dari kemaluan Bunga ke hadapan rekan-rekannya.

“Kalian telah terbukti melakukan kesalahan serius berbuat asusila di tempat publik, mabok, dan lebih parah lagi kalian menyimpan dan menggunakan narkoba, kalian akan dikenakan pasar berlapis dan jika semua terbukti di pengadilan kalian akan mendekam cukup lama di penjara.” Sang komandan lalu membacakan sejumlah pasal yang di tuduhkan kepada Alex dan Bunga.

“Tapi pak kami tidak memakai narkoba… entah dari mana barang haram itu ada pada kami!!! Sumpah Pak kami samasekali tidak pernah menggunakan barang haram tersebut.”

Setengah berteriak dengan putus asa Alex mencoba membela diri..

“Saya jujur pak kami cuma khilaf bersetubuh di pantai dan seseorang telah mencuri baju kami sehingga keadaan kami telanjang bulat seperti ini. Tetapi sumpah demi Tuhan kami tidak pernah menggunakan narkoba Pak.” Alex dan Bunga terkejut tubuh bugil keduanya langsung lemah lunglai seakan tanpa tulang lagi.

Keduanya langsung rebah sujud memegang kaki para polisi itu meminta agar segera dilepaskan.

“Kurang ajar..!!! Jadi maksud kalian kami sengaja menjebak kalian ya?!! Kalau begitu pasal kalian kami tambah yaitu melawan petugas, memfitnah, mencemarkan nama baik, mempersulit jalannya penyidikan dan tidak kooperatif..!! Sekarang kalian ikut kami ke kantor untuk menjelaskannya.” Dengan suara menggelegar sang Komandan kembali menghardik kedua korbannya.

Keduanya lalu dinaikan secara paksa ke mobil polisi. Mereka didudukan di bagian belakang mobil polisi yang berjenis pick up back terbuka. Meskipun telah memohon-mohon agar paling tidak mereka dipinjamkan baju, tapi tanpa belas kasihan para polisi tersebut tidak mempedulikan rengekan mereka dengan tangan terborgol ke belakang mereka berdua kini bahkan tak mampu sama sekali untuk menutupi alat kelamin masing-masing. Para polisi itu nampaknya sengaja mempermalukan mereka. Mobil patroli polisi tersebut bukannya langsung ke kantor melainkan malah berputar-putar dulu menyusuri keramain kota. Entah berapa ratus pasang mata pengguna jalan yang sudah menjelajahi tubuh bugil pasangan yang lagi sial ini.

“Mbak-mbak sudah berapa lama pake narkoba mbak? Cantik-cantik koq bejat moralnya ya.”

Beberapa wartawan langsung menyerbu dan menghujani berbagai macam pertanyaan ke Alex dan Bunga. Setibanya mereka di depan kantor polisi Bunga begitu shock wajahnya pucat seputih kapas tanpa bisa bersuara sedikitpun lidahnya seakan-akan menjadi kelu.

Tatapan mata Bunga kini telah kosong jiwanya terguncang dengan hebat tubuh bugilnya yang sexy kini bahkan telah menjadi santapan jepretan kamera beberapa wartawan harian kriminal yang isinya banyak mengandung konten-konten kejahatan kelamin. Segala pertanyaan-pertanyaan cenderung melecehkan dan bernada cabul tidak ditanggapi samasekali. Raut wajahnya yang ketakutan beberapa kali menjadi santapan jepretan kamera.

“Dua pecandu narkoba teler berat Ho’oh diatas motor tanpa sehelai benangpun. Kedua pasangan teler ini tidak ditemukan identitas sama sekali ketika dibekuk aparat dalam keadaan telanjang bulat. Setelah diselidiki lebih lanjut keduanya ternyata murid sebuah sekolah menengah swasta. Keduanya pun langsung mendapat sanksi diberhentikan tidak hormat dari sekolahnya sementara itu kedua orang tua pelajar mesum itu langsung depresi berat”.

“Mampus kalian berdua!” dengan seksama Andy tersenyum lebar ketika keesokan paginya ia menyimak artikel berita kriminal kota sebuah koran, dimana foto bugil Alex dan Bunga dalam mimik ketakutan hanya di blur secara minim di bagian payudara dan alat kelamin masing-masing menjadi headline news sebuah koran kriminal murahan.

“Ini belum apa-apa Lex, kelak segera tiba giliranku untuk mencicipi tubuh kekasihmu yang hot itu Lex ha.. ha… ha… ha…” Andy tersenyum gembira sambil tangannya memainkan keping cd hasil rekamannya semalam yang sempat diabadikannya perbuatan mesum Alex dan Bunga. Hukum karma sudah berjalan pada akhirnya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 328 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: