Misteri Lela

9 10 2009

Dua hari setelah aku masuk kerja kembali, kutelpon nomor telpon yang diberikan Lela tempo hari saat mau turun dari Bis.

”Hallo, Pagi bisa dengan Lela?” sapaku.

”Pagi, maaf dengan siapa? “ diseberang sana.

“Saya Verdy, temennya.”

“Ditunggu sebentar Pak, saya sambungkan dengan Bu Lela” operator rupanya.

“Hallo Verdy apa kabar” tanya Lela.

“Baik say, Lela gimana?”,tanyaku

“Baik Juga Verdy kok baru telpon sich?”

“Iya sayang, masuk kerja abis cuti, kerjaan numpuk”.jawabku

“Gitu ya, kapan main ke Banjarnegara?” tanyanya penuh harap.

”Kucoba ya mudah-mudahan minggu depan bisa kesana” jawabku agak sekenanya.

”Nginep khan Ver?” tanyanya.

“Iyalah, khan masih ada yang belum selesai” candaku.

“Mmmhh… makanya cepetan donk..” rengeknya manja.

”Iya dech sayang, aku usahain, aku juga kangen niyy….. ssshhh…” godaku.

”Gila Ver jangan goda gitu donk….. don turn me on now……” akhirnya kami tertawa.

Setelah basa basi lain, kami berjanji akan ketemu di kota Banjarnegara, terlebih dulu aku minta tolong Lela untuk booking hotel atas namaku. Supaya aku nanti tinggal masuk. Lela menyuruhku datang jam 12 ke kota Banjarnegara. Aku gak banyak tanya lagi, toh kota Banjarnegara hanya 2,5 jam dari tempat kostku.

Lima hari, kugeber kerjaanku, sampai Jumat pagi, progress report projekku udah siap untuk dikirim hari Senin pagi ke kantor Jakarta. Jumat kutelpon Lela untuk make sure lagi, dia semangat sekali bahkan kami saling menggoda, membayangkan apa yang kami akan lakukan besok, sesuatu yang masih bikin rasa penasaran kami belum terpuaskan.

Jumat sore kupotong rambut sekalian mampir ke supermarket, kubeli 2 pack kondom excita warna hitam sama strawberry, my favourite sexmate. Malamnya kutidur lebih awal, meski anak kost bawah, Vina merengek minta ditraktir makan malem, yang kadang dilanjutin acara “makan-memakan” di kamar kostku. (Its another story,Vina SPG asuransi…..). Aku sekarang konsentrasi untuk menjawab semua kepenasaranku sama Lela.

Besoknya setelah sarapan, kucuci jipku dan beres-beres dalemnya, sedikit jam 9 aku berangkat ke kota Banjarnegara. Tiba di kota Banjarnegara jam 11.30, mmhh kota kecil yang cukup asri khas kota kecil Jawa Tengah, lengang bersih. Kucoba mencari sebuah plang Hotel Bunga Indah yang katanya sekitar jalan utama pas masuk ke kota, gak susah menemukannya, terlihat cukup besar hotelnya di pinggir jalan pula. Aku check in atas namaku, sudah booked, check out time open, statusnya kok sudah paid 2 hari, gak banyak tanya meski aku sedikit heran juga. Room boy mengantarkanku ke kamar, di lantai dua, cukup asri dan sepi hotelnya, malah di lantai dua cuman 3 kamar yang terisi. Gak lama hpku berbunyi, Lela menanyakan posisiku, kujawab kalo aku udah check in jam 12.00.

”OK, good aku kesana sekarang Ver” jawabnya.

15 menit kemudian Lela datang dengan rok diatas lutut plus Blazer dan blousenya, hmmhh masih stelan kerja. Kami masuk kamar, lalu berpelukan kencang sekali, seolah pingin menghilangkan rasa kangen yang telah 9 hari kami pendam. Kami saling memagut, mengecup akhirnya French Kiss yang cukup lama, tanganku sudah melepas blazernya, tinggal baju dalamnya, kuremas buah dadanya yang memang sangat menantang dengan tangan kiriku, tangan kananku meremas bokong “bebeknya” yang sangat kenyal, Lela tak ketinggalan aktif, tangan kananya meremas kontolku dari luar celana, sementara tangan kirinya meremas rambutku. Saking gemasnya kudorong tubuh Lela ke kasur hingga terhempas, kuserbu selangkangannya, tanpa melepas rok kerjanya, karena memang model longgar, hanya kusingkap sampe kepinggangnya, Lela memakai CD model G string warna hitam, mmhhh sexy sekali sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih mulus, kujilati selangkangannya, hanya kutarik G stringnya ke kanan, kujilati habis memeknya yang posisinya agak masuk ke belakang karena bokong bebeknya.

Lela mulai mengerang kenikmatan, memeknya sudah banjir sekali, kupegang paha kanannya, perutnya kuelus, dari bawah lidahku kusodokan keatas dinding memeknya, masuk setengah lidahku, kupastikan titik G spotnya, kumainkan lidahku disitu, Lela mengangkat pantatnys gak tahan G spotnya dengan lidahku, kumainkan terus pusat nikmatnya. 5 menit Lela menjambak rambutku, membenamkan lidahku di memeknya, sambil sediikit menjerit.

”Ssssshhhh…… ouchhh…. Ver……….. aduuhhh…… ssshhhh enaakkkkk bgttt ooooooohhhhhhhh” gak lama kedua kakinya menjepit punggungku, kepalaku dijepit pahanya, Lela mendapatkan orgasme pertamanya, cukup lama hampir 2 menit, sampai akhirnya jepitannya melonggar.

Memeknya makin basah, wangi khas memek yang terurus rapi, kuhisap dan kutelan semua cairan memeknya, beberapa tetes hampir kena sprei sudah deket anusnya, kujilatin juga sambil memancing menjilat anusnya, Lela malah merenggangkan kakinya menarik pahanya keatas, dengan leluasa kukorek anusnya yang mirip matahari terbenam berwarna merah tua. Setelah bersih aku berinisiatif membuka bajunya dan branya, Lela malah mencopoti jeans dan kaosku, dengan agresifnya kontolku disergap mulutnya, diemut, dijilat, dihisap, mulai dari kepala, batang sampai biji pelirku. Saking enaknya aku berdiri sambil memegang kursi, sementara Lela duduk di pinggir ranjang, sesekali dia nungging mengikuti gerakan pinggangku yang maju-mundur, pintar sekali dia mempermainkan kontolku, pada saat dia menungging karena mulutnya mengejar kontolku, tanganku dengan gemas meremas pantat bebeknya, beberapa kali kuremas makin menggemaskan.

Akhirnya saking gemasnya kutampar pantatnya dengan keras.

”Plak…plak…”

Lela makin beringas isepannya makin kuat. Hampir 15 menit dia nyepong kontolku, beberapa kali hampir tersedak saking nafsunya memasukan kontolku yang hampir masuk tenggorokannya, padahal itupun baru ¾ dari batangnya. Kulucuti blouse dan branya, G stringnya kubiarkan karena memang terlihat sangat sexy Lela dengan G stringnya itu.

Kuambil pinky dotted strawberryku,Lela menyobeknya dan memasangnya dengan hati-hati di kontolku, dia sedikit heran dengan tekstur bintik-bintik yang ada di kondom. Setelah memasangnya, dengan mesranya dia mengecup kontolku, kemudian dia kuhempaskan lagi ke ranjang, kuserbu toketnya dan mulai kukorek memeknya, basahnya sudah agak berkurang tetapi ini yang bikin rasanya makin mantap, dengan terlebih dulu kutarik G stringnya ke kiri, pelan tapi pasti kontolku masuk ke memeknya.

”Mmmhhhh….. Lela, enak bangett memeknya”.

”Iya Ver kontolnya enak juga… ssshhhh memekku penuh…” kumasukan pelan sampe hampir semuanya masuk.

Memek Lela terasa seperti berbelok keatas, mungkin karena efek bokong bebeknya, jepitannya terasa banget pas belokannya itu. Setelah beberapa saat, kuayun pelan pinggangku, kumasukan lagi.. makin cepat…. makin lama makin cepat, memeknya makin basah.

”Ssssshhh… Ver… sshhhh enak banget sayang… ooohhhh….. ssshhh”.

“Iya Lela enak bangett… memeknya enak… aduh enak nich ngewee kamu…” omonganku sudah agak kacau, memang kebiasaanku lagi ML, ngomong kasar tuch bikin tambah sedapp.

”Iya Ver…. ewe memek aku lebih cepet..”

Wow.. Lela rupanya memiliki hobby yang sama.

“Entot aku Ver…… gosok terus memeknya…” racaunya.

Makin cepet kugenjot memeknya, kakinya sudah kuangkat keatas, lututnya sudah rapat ke toketnya, kontolku terasa makin masuk ke dalam memeknya, ada sedikit rasa mentok, menabrak sesuatu. Mmmmhhh.. hal yang biasanya ditemui dari perempuan yang sudah punya anak, kuperhatikan memang diperutnya diatas bulu memeknya ada guratan sepanjang kurang lebih 10cm memanjang ketas. Ah persetan, yang penting memeknya legit dan sedang kutaklukan sekarang. Makin cepat kugenjot, Lela hanya mendesis-desis, sampai akhirnya ia menjepitkan kakinya ke pinggangku, mengejang kaku, dadanya membusung dan memeknya berkedut-kedut, kuimbangi dengan mengedutkan kontolku, hasil latihan menahan waktu pipis, dan luar biasa hasilnya Lela sampai mencengkram punggungku saking hebat orgasmenya.

Setelah cengkramannya mengendur, kubalikkan Lela ke posisi doggy style. Kugenjot lagi memeknya dari belakang, saking enaknya tanganku reflex menampar-nampar pantatnya yang indah, kocokanku kupercepat rasanya spermaku sudah berkumpul diantara selangkanganku. Lela mengimbangi dengan memutar erotis pinggulnya, kulit memeknya kelihatan mencengkram erat saat gerakan kontol keluar dan ngempot saat kutusuk kedalam, akhirnya pertahananku bobol, kujepit saluran sperma dileher kontolku, kemudian kutarik keluar kontolku, Lela dengan sigap langsung berbalik.

Lidahnya menjulur ke kantung pelirku, tangannya menjepit saluran spermaku menggantikan tanganku yang mencopot kondom, dengan dihentakan dikontolku, dan dilepasnya “kuncian” saluran spermaku, menyemburlah spermaku ke mulut dan sebagian wajahnya,.

Wow sexy sekali, berkali-kali dia telan sperma di mulutnya, kubersihkan mukanya yang tersemprot sperma dengan kontolku, kemudian kusodorkan kontolku ke mulutnya sampe bersih.

Akhirnya aku jatuh rebah disampingnya, kita mengatur nafas yang tersengal-sengal. Dinginnya AC tidak bisa mengimbangi panasnya permainan kami. Keringat tetap membasahi seluruh badan. Rasa puas menyelimuti perasaan kami berdua.

Akhirnya kita mandi sekitar setengah tiga, dan ML lagi dikamar mandi 1 kali dengan cara sambil berdiri. Sempat kujilati anusnya sampe lidah dan jariku masuk, tapi waktu kucoba anal, Lela merasa kesakitan, aku pun tidak membawa gel untuk membantu melancarkan.

”Ver ntar aja kalo ada gel” pintanya padahal kutahu dia juga pingin banget, untuk memuaskannya kupakai lidah dan jariku.

Lela sampai mengerang nikmat saat kukocok anusnya dan mendapatkan orgasmenya. Pantatnya beberapa kali kutampar sampe kemerahan karena aku gak tahan melihat sebegitu sexy pantatnya.

Jam empat sore Lela pamit pulang dulu.

”Nanti aku call hp kamu aja ya, jangan telpon!” perintahnya.

Aku mengiyakan meskipun pertanyaan terbesar belum terjawab, kenapa dia seperti mengatur semuanya??

Selesai pake baju, aku keluar kamar untuk mencari makanan di resto/kafe kecil samping hotel. Seorang karyawan hotel menghampiriku.

”Sore pak, ada yang bisa dibantu?”

“Iya, saya mau cari makanan kecil, roti atau apa lah” jawabku.

Akhirnya ia mengantarkanku ke kafe/restonya. Karyawan ini namanya Yudi, customer service senior disini. Setelah basa basi dia bertanya kepadaku.

“Mas ini sodaranya Bu Lela dari Bandung?”

Aku sedikit terkejut, tapi refleks kujawab.

“Ya… bisa dibilang begitu”.

”Oh, sering kok kalo sodaranya dateng, di inepkan disini mas, jarang dibawa ke rumah suaminya”.

Deg……… feelingku kalo Lela sudah bersuami mendapat bukti. Aku pura-pura gak berekspresi.

”Gitu ya mas, mungkin kurang enak sama suaminya” jawabku lagi.

”Mungkin mas, apalagi istri pertamanya sekarang sering ikut ngurusin bisnisnya bu Lela ya mas” cerocos Yudi.

Akhirnya kudapati fakta kalo Lela jadi istri kedua seorang pengusaha Travel, ekspedisi, dan otobis serta beberapa bisnis lainnya. So……….. aku jadi orang yang paling beruntung dapet durian rontok, Lela sexy, yang gak terpuaskan oleh suaminya.

Malamnya Lela call telpon kamarku, aku langsung aja bilang.

“Aku sudah tau semuanya, maafin aku kalo udah ganggu keluarga kamu, besok pagi aku pulang.”

Lela terdengar seperti kaget dan bingung, dia akhirnya menangis di telpon meminta maaf kalo gak terus terang sebelumnya.

Besoknya pagi-pagi kutinggalkan kota Banjarnegara kembali lagi ke tempat kostku. Lela menelponku saat aku sudah setengah perjalanan. Kubilang untuk menjalani seolah-olah gak terjadi apa-apa, tapi dia bilang gak bisa, meskipun sebetulnya aku juga gak bisa, sudah terlanjur suka dengannya. Akhirnya kami berjanji untuk saling menjaga dan kalo ada kesempatan akan pulang bareng lagi ke Bandung.

Ya, dua kali kami pernah mengulangi kejadian yang sangat gak bisa dilupakan di Bandung. Kini sudah hampir 3 tahun kami gak ketemu lagi.

Ya selamat menjalani hidup yang lebih baik Lela. Salam buat Sisca, She’s so cute seperti ibunya, take care, & be a good mother for her.

TAMAT


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 333 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: