Misteri Rumah Kosong

25 01 2010

Toni tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada rumah itu, nyaris sempurna!!. Sebuah rumah modern dengan sedikit sentuhan klasik, di lingkungan yang nyaman. Bagi Toni berapapun harga rumah itu bukan masalah , ia baru saja mendapatkan harta warisan yang jumlahnya sangat besar. Toni berencana akan menempati rumah itu bersama istri tercintanya.

Seorang wanita muda menyambutnya saat Toni keluar dari mobil, tersenyum, berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Dia adalah Mia , broker real estate yg menawarkan rumah itu pada Toni. Penampilan Mia cukup menarik, dengan tinggi rata rata, ditunjang bentuk tubuh yang indah, dan rambut hitam panjangnya.

Hhari itu Mia menggunakan blouse putih terkancing nyaris sampai leher, rok hitam selutut, dengan blazer senada. Sangat cantik , anggun, juga profesional.

Mia membuka pintu depan dan masuk ke dalam rumah itu, Toni mengikuti di belakangnya. Toni dapat merasakan harum tubuh Mia, channel no 5 klo tidak salah terka, sangat menggoda. Namun Toni segera sadar untuk apa ia ada disini sekarang.

Mia menerangkan beberapa bagian dari rumah itu, ia mengaku baru hari ini memasuki rumah ini, namun ia sudah mempelajari rumah itu sebelumnya, dan ia dengan meyakinkan menerangkan dan menjawab beberapa pertanyaan Toni sehubungan rumah itu.

Setelah melihat dapur, ruang depan dan halaman belakang, sebenarnya Toni sudah cukup mantap akan membeli rumah ini, tapi ia tetap meneruskan melihat lihat bagian lain dari rumah itu.

Beralih ke lantai atas, dipandu Mia, Toni memeriksa beberapa kamar tidur. dan saat itulah tiba tiba ia merasakan hawa yg aneh.

Toni merasakan ada semacam hawa hangat yang memasuki tubuhnya, dan tubuhnya dan kepalanya terasa agak berat, namun ia tidak terlalu menghiraukan, hanya saja ia jadi tak fokus pada apa yang dikatakan oleh Mia, suaranya seolah hilang tertelan angin.

Di kamar terakhir, hawa hangat itu terasa makin kuat menjalar ke seluruh tubuh Toni, penisnya tiba-tiba berdiri, saat ia berbalik akan menanyakan sesuatu pada Mia, ternyata Mia telah melepas blazernya, setengah kancing blousenya terbuka, menyembulkan gundukan indah buah dadanya, tatapan matanya seakan penuh birahi.

Mia maju mendekati Toni, meraih kepala Toni, dan kemudian memberi Toni, ciuman yg panas pada bibir Toni, lidahnya bergerak liar di mulut Toni.

Secara otomatis, Toni membalas ciuman Mia lebih liar, sementara tangannya mulai membuka sisa kancing blouse Mia, melemparnya ke lantai, lalu membuka branya. Tangan Mia kini turun ke penis Toni, memberikan rangsangan dan pijatan erotis, keduanya tanpa sadar saling mengerang penuh kenikmatan.

Mereka berdua kemudian menuju ke sebuah ranjang besar dan antik di kamar itu, Mia menarik jatuh tubuh Toni hingga menindihnya, terasa hangat sekali. Toni menyingkap rok Mia ke atas, dan menurunkan cd yg dipakai Mia, kemudian ia memberikan rangsangan pada vagina Mia menggunakan jari jemarinya.

Ia meresapi rasa lembab dan hangat pada jemarinya, saat dua jarinya bermain di vagina Mia, sementara Mia berusaha melepas celana Toni, dan membebaskan penis itu dari kurungan kainnya, dan mengelus-elusnya mesra.

Mia berbalik di atas Toni, lidahnya menjilati ujung kepala penis Toni, dan kemudian bagai menelan habis penis itu, ia memasukan ke mulutnya.

“Mmmmmff…. mmmfff.. mmff…….” hanya terdengar gumaman dari mulut Mia

“Uuuhhggg.. Mia……. uahhhh….” rasanya nikmat sekali saat Mia mengulum dan menjilati penis Toni.

Makin lama kuluman Mia membuat Toni tak tahan lagi, kini ia berbalik menindih Mia dan tanpa membuang waktu lagi ia mengarahkan penisnya ke vagina Mia setelah sebelumnya melepas roknya.

“Aaahhhh… aw……” Mia terpekik saat penis Toni menerobos vaginanya, Toni bertahan sejenak di posisi itu, sementara ia meremas buah dada dan mencubit-cubit puting Mia, sambil memandangi wajah cantik Mia yang sedang birahi. Dan sedetik kemudian mulai mendorong maju mundur penisnya di vagina Mia.

Dan bagai menyambut, Toni merasakan seolah vagina Mia menjepit dan mencengkram penisnya erat.

“Uuuhhh… ghhhhh…..”

“Aaahhhh.. ahhh… ahhhh….”

“Uuhhgg.. ya….’

“Aaww…. ahhh… aahhkk… ooooohh…..” erangan demi erangan, rintihan demi rintihan terdengar memenuhi ruangan itu, dan bergema di rumah kosong tersebut.

Erangan Mia semakin keras saat ia mencapai orgasme, dan tak lama kemudian ditimpali oleh geraman Toni yg juga mencapai orgasme, saat Toni mencabut penisnya dengan liar Mia menyambut penis itu dan membersihkan sperma yang tersisa dengan menjilati dan mengulumnya kembali. Hawa hangat itu kembali terasa, namun kini seolah keluar dari tubuh mereka, dan mereka seolah baru tersadar dari apa yang terjadi, dan nampak terkejut.

Mia segera meraih bajunya, melompat ke kamar mandi dan memakai bajunya di dalam sana, sementara dengan tergesa-gesa juga kebingungan Toni memakai kembali pakaiannya.

Toni tak mengerti mengapa ia bisa berbuat seperti itu pada Mia, padahal hubungan dengan istrinya tak ada masalah.

Istri Toni tak kalah cantik dengan Mia, dan menyenangkan pula, namun harus diakui Toni, ia tak pernah merasakan sensasi hubungan seksual sedashyat itu dan seliar itu, istri Toni termasuk wanita konservative yg malas atau enggan melakukan berbagai variasi hubungan seksual.

Ketika Mia keluar dari kamar mandi, tak ada satupun yg berbicara, Toni melirik ke wajah Mia, terlihat seperti ada penyesalan, dan ia masih bisa melihat mata Mia yg berkaca kaca, ia baru saja menangis di kamar mandi itu.

“Saya… ehh.. saya….. minta maaf.. saya…” Toni tak tahu harus bicara apa.
“Sudahlah….. sebaiknya kita lupakan kejadian tadi……” kata Mia terdiam sejenak.

“Jadi bagaimana pak Toni jadi membeli rumah ini….?”

Toni mengiyakan dan mulai bicara soal pembayaran, namun kelihatan sekali obrolan mereka kali ini terlihat canggung. Mereka pun berjanji akan bertemu lagi disini besok, kali ini Toni berniat mengajak istrinya agar kejadian tadi tak terjadi lagi.

Keesokan harinya Toni dan bersama Dewi istrinya, dan ia pun memperkenalkan istrinya pada Mia yang sudah menunggunya.

Sesuai dugaan Toni, istrinya pun mengaggumi rumah itu, dan merasa akan betah tinggal disini.

Mereka berkeliling memperlihatkan seisi rumah pada Dewi. Saat menuju lantai atas, hawa hangat itu tiba-tiba dirasakan kembali oleh Toni, sekujur tubuhnya seolah mengalami suatu sensasi yang tak dapat dijelaskan, obrolan antara Mia dan Dewi perlahan lahan tak terdengar oleh Toni seolah hilang tertelan angin.

Sampai di kamar terakhir, seperti hari kemarin, hawa hangat itu kembali semakin terasa lebih kuat. Penisnya menegang, ia berbalik ke istrinya dan ia sangat terkejut saat ia melihat Dewi dan Mia tengah berciuman dengan panasnya, pakain mereka berdua sudah setengah terbuka.

Toni cukup terkejut, setahu dia istrinya bukanlah seorang lesbian, tapi kini di depan matanya istrinya tengah asyik berciuman dengan seorang wanita seolah Toni tak ada disana.

Toni hanya bisa memandangi saat Mia dan Dewi bergulingan di tempat tidur, masih saling berciuman, blouse keduanya sudah terlepas, memperlihatkan dada indah dua orang wanita cantik, mereka saling meremas buah dada pasangannya, sementara lidah mereka masih menari liar di mulutnya.

“Dada kamu indah…..” kata Mia sambil menciumi dan mngulum buah dada Dewi.

“Kamu juga…..” jawab Dewi masih meremas buah dada Mia.

Mereka kemudian melepaskan sisa pakaian yang menempel, dan kini Mia dengan penuh nafsu menciumi vagina Dewi, dan merangsang clit Dewi dengan lidahnya.

Dewi mengerang kenikmatan, saat lidah Mia menyapu habis vaginanya, buah dada Dewi diremas dengan mesra oleh Mia.

Toni terus terpana menyaksikan adegan itu, dan tanpa sadar melepas pakaiannya satu persatu.

Tiba-tiba Mia melihat kearahnya dan dengan isyarat jari ia memanggil Toni untuk bergabung.

Toni seolah terprogram bergerak ke arah istrinya, dan mengarahkan penisnya ke mulut dewi,

Dewi langsung meraih penis itu dan memasukan ke mulutnya, tTni menggerakkan tubuhnya secara hati-hati agar penisnya tak membuat istrinya tersedak, sementara Mia masih menjilati vagina Dewi.

Sebuah getaran sensasi erotis yang aneh dirasakan oleh ketiganya, membuat ketiganya begitu larut dalam permaianan sex yang liar.

Ssaat sperma toni akan menyembur keluar, istrinya memegangi erat penis itu seolah takut akan kehilangan, tak akan satu tetes pun dibiarkan mengalir keluar dari mulutnya.

Permaianan mereka terus berlanjut, Toni menusukan penisnya pada Dewi dari belakang sementara Dewi menjilati vagina Mia, its a damn fucking threesome……

Selama beberapa jam mereka berganti posisi dalam permainan threesome, dan setelah ketiganya mencapai puncak birahi, seperti sebelumnya hawa hangat itu seolah bergerak keluar dari tubuh mereka, menyadarkan mereka dari posisi yg tak terbayangkan.

Dewi terperanjat dan menangis keras saat melihat tubuhnya tak berpakaian, juga ia makin histeris saat melihat suaminya pun terbaring telanjang di tempat tidur bersama perempuan asing yg juga telanjang.

Toni pun berusaha menenangkan istrinya, walau pikirannya masih bingung kenapa terjadi lagi hal seperti ini, Mia sudah masuk ke kamar mandi untuk merapikan pakaian.

Dewi segera memakai pakaiannya dan langsung berlari keluar rumah itu dan menangis, sementara Toni mengejarnya dengan kebingungan.

Dalam perjalanan pulang, Dewi terus meracau tentang rumah itu

“Pokoknya aku ga mau… aku takut…..” kata Dewi.

Toni tak tahu harus bicara apa, sebenarnya rumah itu bagus dan harganya pun cocok, awalnya istrinya pun senang dengan rumah itu, namun kenapa, setiap ke lantai atas, seolah ada ledakan birahi, yg ternyata tidak hanya di rasakan olehnya tapi juga istrinya, dan Mia tentu saja.

Dewi terus menangis meski Toni sudah berusaha menenangkannya, namun kini niat ia untuk membeli rumah itu sedikit memudar. Meski begitu ia masih penasaran dengan rumah itu, ia akan berusaha mencari tahu misteri apa yg terjadi di rumah itu. Harus…………………………


Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: