Susu Meita

28 05 2009

Nama gua Radit gua masih kuliah di salah satu PTS di Jakarta. Gua orangnya biasa aja… tapi banyak yang bilang badan gua gagah tinggi gua 175, dulu di SMU gua termasuk salah satu cowok yang di “PUJA” sama wanita… dari kelas 1 sampai kelas 3.

Cerita ini berawal pas gua duduk di SMU, pertama kali gua masuk kelas 3. gua pindahan dari Surabaya. SMP gua di Jakarta cuma sampai kelas 2 semester 1. kelas 2 SMP selanjutnya gua terusin di Surabaya. Maklum bonyok pindah kerja melulu terpaksa gw ikut juga.

Waktu itu hari pertama gua masuk kelas 3, gua di kenalin di salah satu kelas kalo nggak salah 3 IPA, gua orang pinter wajar masuk IPA… hauahahhauah!!. Gua di kenalin sama guru gua dan kepsek di kelas, udah gitu gua di suruh duduk di samping cewe yang langsung gua kenal namanya Meita tingginya sebahu gua. Badannya sintel banget payudaranya yang selalu buat gua berdesir melulu kalo deket dia, gua sempet tuker-tukeran no. hp sama dia. setelah gua tau dia kaya’ gimana… gua coba aja jadian sama dya…

Gua jalan sama dia masih sampai sekarang, dia kalo deket gua rada-rada binal. Napsuan, bersyukur banget gua dapet cewek macem gitu, waktu itu pelajaran biologi, kebetulan gurunya nggak masuk gua sama Meita ngobrol aja dipojok kelas. Maklum tempat duduk gua sama dia di taruh di pojok sama walas pertama gua sich nggak berani ngapa-ngapain dia di kelas tapi kalo udah masuk ke mobil gua abis tuch cewe. Waktu itu gua liat temen gua lagi cipokan di depan kelas belakang meja guru tiba-tiba aja cewe gua ngomong gini.

“Tuch Rido aja berani.. masa’ kamu kalah sama dia??”

“Ha? Aku kalah……

Belum sempet selesai bibir gua di lahap sama Meita di bales aja dengan ciuman dan sedotan yang bikin dia ampun-ampunan sama gua. Meita sempet ngasih lidahnya ke gua tapi gua lepas ciumannya.

“Kenapa??”

Gua bilang aja begini.

“Aku nggak mau maen lidah di kelas takut kelewatan”

“Ya udah maen biasa aja”

Gua lanjutin ciuman gua di bawah bangku meja gua. Gua dorong ke depan supaya lebih luas gua ngelakuin ciuman demi ciuman

“Ahhhhhh…. ahhhh…… Dittttt..” kata-kata itu selalu keluar dari mulutnya.

Setelah gua puas ciumin tuch bibir gua turun ke bawah ke lehernya dia yang makin membuat dia kewalahan dan tangan gua ngeremes-remes payudara dia, yang ukurannya gua taksir 35 tahu A B C D. Cuz setiap gua tanya dia gak pernah mau jawab. Gua remes tuch dadanya sampe dia kelojotan, setelah gua nandain tanda merah di lehernya.

Dia ngeremes-remes kontol gua yang membuat ni “ADEK” kagak kuat lagi buat nahan di dalam kancut maupun masih pake baju seragam dan gua ngelakuin di dalam kelas gua tetep nggak gentar…. gua buka resleting seragam gua… dan gua keluarin tuch si ADEK.. dan si Meita udah siap dengan mulutnya yang menganga…. gua sempet nutupin dia pake jaket gua… sehingga temen gua nanya gua bilang aja lagi sakit…..

Jilatan demi jilatan dia beri untuk gua….. isapan dia bikin gua nggak kuat lagi buat nahan keluarnya mani gua….. lidahnya bergoyang-goyang di ADEK gua….

“Akhhhhhhh………. crotttttt…… croooootttt crotttttttttttt….” keluar mani gua Meita membersihkannya dengan mulutnya dan di kocok-kocok trus di ADEK gua. Selesai itu gua bersihin mulutnya dia pake tissue yang ada di kantongnya. Gua sama Meita kembali berciuman freenc kiss, lidahnya bergelugit-gelugit di dalam mulut gua.

Jam 12.00 gua balik dari sekolah, sebelumnya gua gas mobil gua ke rumah  gua di bilangan Bekasi nggak jauh dari rumahnya Meita. Gua bermain dadanya Meita dulu di mobil. Gua buka kancing seragam pelan-pelan di bantu Meita dengan napsu yang ganas.

Meita ngerti maksud gua dan dia nge-buka tali BH-nya dan 2 buah gunung merapi yang bakal mengeluarkan volcano gara isapan gua muncul di depan gua dengan napsu di ujung rambut gua isap puting susunya, tangan kiri gua megangin kepala belakang dia dan tangan kanan gua ngeremes-ngremes dada yang satu lagi.

“Ahhhhh…….. Radit…… pelan-pelan donkkk……. Meita udah nggak bisa nahannnnn lagiiiii nehhhhhhhh” puting Meita yang berwarna merah ke merah mudaan tertelan abis oleh mulut gua and tiba-tiba aja tubuh Meita mengelinjang seperti cacing kepanasan.

Gua sedot trus dada Meita sampai puting itu terasa keras banget di mulut gua. Meita cuma diam dan terkulai lemas di mobil gua. Gua liat parkiran mobil di sekolahan gua udah sepi Meita mengancingi baju seragamnya satu gua bantu supaya cepet.

Selama perjalanan pulang Meita tetap lemas dan memejamkan matanya gua kecup keningnya sesampai di rumah gua.

Meita bangun dan dia pengen ke kamar kecil, gua suruh dia ganti seragam dengan baju kaos yang dia bawa dari rumah sebelum berangkat ke sekolah, selesai dari kamar mandi gua liat Meita nyopot BH-nya, terlihat jelas putingnya dan bongkahan susu sebesar melon itu.

Belum sempat masukin baju ke tasnya, Meita gua dorong ke tempat tidur dan gua lahap bibirnya dan dia membalasnya dengan penuh hot panas bercampur dengan napsu, gua yang cuma make bokser doank ampe kewalahan, tangan dia bermain-main di selangakangan gua. Gua bermain di leher dia dan gua buat cap merah lagi di lehernya. Gua sibak baju SMA negeri yang hanya sampai lutut itu dia cuma make CD G-string, dengan perlahan-lahan dia nurunin roknya dan dia hanya menggunakan CD-nya. Gua copot dan gua jilatin vaginanya.

“Aahhhhhhhhhhhhhhhhhh………… Dit………………….. ahhhhhhhhhh” cuma kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.

Gua rasain vagina Meita semakin keras dan gua gigit kelentitnya dia teriak semakin kencang untung di rumah cuma ada pembantu gua.

“Dit…….. puasin guaaa dunkkkkkkk.”

Nggak pake cing cong gua jilat dan gua sodok-sodok tuch vagina pake telunjuk gw.

“Dittttttttttttttttt………… gua keluarrrrrrrrrrrrrrrr……..” vagina Meita basah ketika di depan mata, gua sedot sampai bersih tuch vagina.

Udah gitu gua liat dia memegang bantal dengan keras gua deketin dia dan gua cium bibir dia ternyata dia belum lemas dia bangkit dan memegang kontol gua dan di kocokinnya sampe si ADEK mengacung sangat keras.

Kontol gua di masukin ke mulutnya Meita dimasukan dikeluarkan sampai di sedot.

“Uuhhhhhhhhh…..” nikmat banget yang sekarang dari pada yang di kelas tadi.

Biji zakar gua juga nggak lupa ikut ke sedot pass biji gua di sedot rasanya gua pengen FLY, kocokan Meita semakin panas dan hisapannya semakin nggak manusiawi lagi, wajahnya tambah maniss kalo dia horny begini.

“Aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……… crotttttttttttttttttttttttttttt” mani gua tumpah semua ke lantai kamar gua, yang sisanya di jilatin Meita sampai bersih.

Gua bangkit dan menarik tangan Meita gua ciumin dadanya, gua kenyot-kenyot lagi putingnya sampai merah,  gua cupang di sebelah putingnya manis banget susunya membuat gua semakin napsu sama dia.

“Meitaku sayang…. masukinnn sekarang yach??”

“Ya udahhhh cepetannn aku dari tadi nungggu kamu…..”

Gua bertukar posisi, Meita di bawah dan gua di atas sebelum gua masukin gua gesek-gesek dulu di depan vaginanya. Belum gua masukin aja Meita udah meringis-ringis gua dorong pelan-pelan.

“Dit… pelan-pelan sakit nee” di bantu dengan tangannya dia, perlahan-lahan kontol gua masuk.

Baru seperempatnya masuk gua cabut lagi dan gua sodok lagi dan akhirnya masuk semua. Gua lihat Meita sangat menderita tapi sepertinya dia seneng banget. Udah semuanya masuk gua goyangin, gua maju mundurin perlahan-lahan, bokong Meita pun ikut bergoyang yang membuatku kewalahan.

Setelah beberapa menit gua goyang tiba-tiba badan Meita mengejang  dan akhirnya Meita orgasme untuk ke 3x-nya.

Gua cabut kembali penis gua dan Meita berada di atas gua, posisi ini membuat gua lebih rileks. Meita memasukannya pelan-pelan, digenggamnya penisku dan di masukannya penisku ke vaginanya dan blesssss ternanam semua di dalam vaginanya.

Badan Meita naik turun mengikuti irama, Meita mengambil bantal yang ada di sebelahnya dan menaruhnya di kepala gua, posisi ini membuat gua bisa ngerasaain 2 gerakan sekaligus.

Gua emut-emut kecil putingnya Meita dan meremas-remasnya, bokong Meita terusss bergoyaanggg.

“Aahhhhhhhhh…… ahhhhhhhhh…….. isappp teruss Dit…………” badan Meita mengenjang dan

“Radittttttttttttttt akuuu pengen keluar lagi….”

“Akuuu juga pengennnnn selesaiiiiii Metttt……… tahannnn sebentarrrrrrr lagi…….”

Gua dan Meita mempercepat permainan dan akhirnya…

“Aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………………. gua keluar…..” kata-kata itu yang mengakhiri permainan ini..

Sampai sekarang pun Meita tetep bermain sama gua kami tetap melakukan banyakk hal dan gua ditunangin sama Meita karena orang tua kami sama-sama setuju atas hubungan kami.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: