Binalnya mahasiswi.

31 08 2009

Aku ikut dalam program pertukaran tenaga pengajar antara universitas dimana aku bekerja dengan satu universitas negeri di ibu kota. Di sana aku mempelajari mengenai bagaimana mengembangkan kurikulum untuk satu mata kuliah, persiapan bahan bacaan wajib bagi para mahasiswanya serta semua alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan satu sesi perkuliahan. Selain itu aku juga mendapat tugas untuk membawakan satu topik mata kuliah dibawah bimbingan dosen senior dari universitas tersebut. Kebanyakan mata kuliahku sore hari, sehingga dari pagi sampai sore aku mengerjakan proses belajar yang ditugaskan padaku. Karena sore hari kuliahnya, maka berakhirnya kuliah itu sekitar waktunya makan malam. Biasanya setelah aku menyelesaikan tugas mengajar, aku santai di kantor. Kantin fakultas dimana aku bertugas cukup lengkap menyediakan makanan dan minuman, juga dengan tarif mahasiswa.

Malam itu, kantin sepi pengunjung. Kebetulan hujan sedang mengguyur dengan derasnya. Ketika aku memasuki kantin, mataku tertumbuk pada sesosok figur perempuan muda, ABG-lah kuperkirakan. Rambut terurai sebahu, ada poni menutupi dahinya, mata yang indah, bibir mungil, hidung mancung dan yang menarik adalah di atas bibir mungilnya, tampak kumis yang agak menebal. Wah, napsu besar ni ABG, pikirku. Kulitnya tidak putih, agak gelap, tapi menambah sensualnya perempuan ABG ini. Dia mengenakan “seragam” mahasiswa, t-shirt ketat, jins yang juga ketat dan sepatu santai. Selesai membayar makanan yang kupesan, aku membawa nampanku yang berisi makanan dan minuman menuju ke meja dimana perempuan ABG itu duduk.

“Boleh aku duduk disini ya”, tanpa menunggu jawabannya, aku meletakkan nampanku didepannya, terus aku menarik kursi dan duduk didepannya.

Aku menatap wajah cantik itu yang sepertinya sedang melamun menatap ke jendela. Mataku kembali tertumbuk pada tonjolan toket yang membusung di dadanya. Toge juga ni anak, pikirku.

“Lagi ngelamun ya, makannya udah?” sapaku.

“Udah pak, dari tadi, Ayu nunggu ujan ni gak reda-reda”.

“O Namanya Ayu toh, sesuai dengan orangnya ayu, cantik”, gombalku keluar.

Dia hanya tersenyum.

“Bapak bisa aja. Bapak dosen baru ya, Ayu belon pernah liat sebelumnya”. Ayu baru masuk kuliah tahun ini, jadi umurnya masih gak jauhlah seperti umur anak SMU.

Aku menerangkan posisiku di universitas tersebut sambil melahap makananku. Singkat kata, makanan yang kupesan sudah bermigrasi dari piring ke perut. Sambil melaksanakan proses migrasi makanan tersebut, aku ngobrol saja dengan Ayu, dia menyenangkan untuk diajak ngobrol, nyambung ngomongnya.

“Aku dah selesai ni, kamu mo nunggu terus disini?”

“Bapak nawarin mo nganterin ya”.

“Buat prempuan secantik kamu apa sih yang enggak”.

Aku mengajak dia ke mobilku, menerjang hujan yang masih deras. Agak basah bajunya.

“Wah pak, masih deres nih, gak apa nyetir ujan deres gini”.

“Ya udah kita ngobrol aja di mobil menunggu ujannya kecilan. Pindah ke jok belakang yuk”.

Sambil merangkak aku pindah ke jok belakang, Ayu mengikutiku. Kedua kursi depan kumajukan maksimal sehingga agak longgarlah ruang dikursi belakang. Ayu duduk merapat ke badanku.

“Dingin pak”.

“Sini aku angetin”.

Kebetulan nih, bisa melancarkan jurus pamungkasku karena napsuku dari tadi dah berkobar-kobar melihat toketnya yang montok. Tanganku kulingkarkan ke pundaknya dan memeluknya. Ayu menyandarkan kepalanya kepundakku.

“Yu, toket kamu besar gitu, sering diremes-remes ya”.

“Ih bapak, dari tadi ngeliatin toket Ayu trus, ntar napsu lo”.

“Udah Yu”.

Aku memegang dagunya, kutolehkan wajahnya kearah wajahku. Ayu memejamkan matanya. Segera kucium lebut bibirnya yang merekah. Ayu menyambut ciumanku dengan menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Segera ciuman lembut menjadi ciuman yang panas, lidah kami saling membelit, kami saling melumat bibir. Tanganku juga tidak tinggal diam, segera kumanfaatkan kesempatan untuk meraba toketnya, terasa kenceng sekali. Rabaan kemudian berubah menjadi remasan. Ayu melenguh ketika toketnya kuremas-remas dengan gemasnya.

“Paah…”, dia memanggilku Pah.

“Kenceng banget toket kamu Yu”.

Aku memegang tangan Ayu dan kuletakkan di selangkanganku. Segera Ayu meremas selangkanganku. Kontolku dah mengeras dari tadi menjadi makin keras.

“Ih pah, besar ya papah punya”.

“Mangnya Ayu blon pernah ngeliat yang besar”.

“Ngeliat yang besar sering pah, tapi gak yang sebesar punya papah”.

Ayu menjadi agresif, ikat pinggangku dibukanya, ritsluiting celanaku diturunkannya, dan dia merogoh masuk ke dalam CDku, langsung meremas kontolku. Kontolku langsung menggeliat mencapai ukuran maksimalnya.

“Wah besar banget pah, panjang lagi. Ayu blon pernah ngerasain yang sebesar papah punya”.

“Mau ngerasain Yu”.

“Mau banget pah”.

Wah liar juga ni perempuan ABG, kayanya dah pengalaman juga urusan sahwat, padahal umurnya masih sangat ABGlah.

“Wah dah pengalaman ni Yu, biasanya ma siapa?”

“Ma cowok Ayu pah”.

“Terus sekarang kok mau ma aku”.

“Kata temen-temen Ayu, maen ma lelaki yang jauh lebih tua, lebih nikmat”.

“Mangnya cowok kamu sepantaran kamu ya”.

“Enggak juga sih, dia dah lulus dan udah kerja”.

“Terus napa kok mau juga ma aku”.

“Ayu tertarik ma papah, papah ganteng dan atletis sekali, gak gendut kaya lelaki seumuran papah”.

Ayu mulai mengocok kontolku, mula-mula pelan, lama-lama makin cepet.

“Yu sepongin dong, aku pengen ngerasain sepongan kamu”.

Ayu menundukkan mulutnya kearah kontolku, dijilatinya lubang kencingnya, lehernya, terus turun kearah pelerku. Kantong pelerku diciumnya dan diemut-emutnya sembari terus mengocok-ngocok kontolku. Karena celanaku hanya diturunkan sampe lewat dengkul, ruang gerak Ayu menjadi terbatas, tapi aku menikmatinya, apalagi ketika mulutnya kembali keatas menuju ke kontolku, dan dimasukkannya kontolku ke mulutnya. Selanjutnya dia mengemut dengan keras dan mulai mengeluarmasukkan kontolku dimulutnya, hanya sepertiga dari kontolku yang tertampung dimulut mungilnya, tapi sepongannya bener-bener luar biasa, kontolku serasa disedot-sedot dengan kerasnya, bibirnya kuat sekali mencengkeram batangnya, dan dia mengeluarmasukkan kontolku dimulutnya dengan sedotan dan cengekraman bibirnya itu.

“Yu nikmat banget deh, aku blon pernah ngerasain sepongan senikmat sepongan kamu”.

Cukup lama Ayu menyepongin kontolku sambil terus mengocok-ngocok batangnya. Aku mengelus-elus rambutnya ketika mulutnya memompa kontolku.

“Pah, lama banget gak ngecret-ngecret, mulut Ayu pegel nih, yang bawah jadi gatel nih pah”.

Ayu melepaskan kontolku dari mulutnya, dia membuka jinsnya dan menurunkan sekaligus dengan CDnya, karena gelap aku gak bisa melihat jembutnya yang kuduga lebat itu. Dia segera memposisikan dirinya menduduki kontolku kearah depan membelakangiku. Kontolku dipegangnya dan diarahkan ke arah memeknya yang dah basah. Terasa sekali bibir memeknya mencaplok kontolku. Terasa sekali jepitan bibir memeknya yang jauh lebih kencang dari jepitan bibir atasnya, Ayu menekan badannya pelan-pelan ke bawah, sehingga kontolku secara perlahan menyelinap masuk sedikit demi sedikit. Terasa sekali dinding memeknya berdenyut meremas-remas memeknya, Ayu mulai dengan gerakan memompa, sehingga kontolku sedikit demi sedikti amblas kedalam memeknya. Ayu makin liar memompa kontolku dengan memeknya, dia mulai melenguh keenakan.

“Pah gede banget kontol papah de. Memek Ayu sampe harus menganga lebar sekali supaya bisa ngemut kontol papah semuanya. Kerasa banget deh pah, gesekan kontol papah ke memek Ayu, memek Ayu sampe sesek rasanya kemasukan kontol segede papah punya”.

Dia terus saja mengenjotkan badannya turun naik sehingga kontolku amblas tertelan memeknya yang terasa sangat peret dikontolku.

“Papah nikmat gak ngentotin Ayu”.

“Nikmat banget Yu, aku belon pernah ngerasain memek seperti memek kamu, empotannya juga kerasa banget”.

Aku meremes toket montoknya yang masih tertutup bra dan t-shirtnya. Tanganku menyusup kebalik t-shirtnya kemudian merayap kearah atas sampe ketemu branya. T-shirtnya kuangkat kearah atas, sehingga tanganku bisa menyelip kedalem branya dan meremas langsung isinya. Pentilnya yang lumayan besar dah keras, kuplintir-plintir sehingga Ayu makin melenguh keenakan. Ayu makin liar menggerakan badannya, sampai akhirnya, “

Pah, nikmatnya”.

Terasa memeknya makin berdenyut meremas kontolku. Ayu dah klimax.

“Papah beloman ya, kurang asik ya pah ngentot dimobil. Papah mo nerusin dimana?”

“Ke hotel tempat aku nginep yuk, kamu dicariin gak”.

“Enggak pah, Ayu kos kok, yuk terusin lagi, kalo diranjang hotel kan lebih lega tempatnya pah”.

Kami pun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali.

“Enak ya pah” katanya sambil mengenakan kembali jinsnya.

Aku merapikan celanaku, kebetulan hujan dah mulai mereda. Mobil meninggalkan tempat parkir dan membelah hujan rintik menuju kearah hotelku. Hari sudah cukup larut ketika kami sampai di hotel.

Di kamar hotel, aku mengambil softdrink dari minibar dan kuberikan ke Ayu,

“Kamu mo mandi dulu Yu”. “Kita mandi bareng aja pah, biar menghemat waktu”.

Ayu melepaskan semua yang menempel dibadannya. Sekarang aku bisa melihat dengan jelas betapa merangsangnya bodi Ayu. Toketnya yang besar tegak menantang dengan pentil kecoklatan yang masih mengeras, perutnya rata dihiasi dengan puser yang bentuknya oval melintang dari atas kebawah. Pinggangnya yang ramping dan pinggul yang agak membesar sehingga badannya berbentuk biola, sangat merangsang. Jembutnya yang lebat berbentuk segitiga tampak rimbun mengitari daerah yang paling nikmat dibadannya, memeknya. Pantatnya membulat sehingga indah sekali kalo dilihat dari samping.

“Yu, kamu sempurna sekali jadi prempuan”.

“Ah papah bisa aja”, tapi kelihatan dia senang sekali karena pujianku.

Di kamar mandi kami saling mengelus, meremas, memlintir dan mengocok dibawah shower air hangat. Kemudian saling menyabuni. Kontolku sudah mengeras dengan maksimalnya.

“Pah, kontolnya perkasa banget ya, gede, panjang dan keras banget lagi. Tadi kuat banget pah, blon keluar juga, padahal dah Ayu empot-empot gitu”.

“Aku kalo main suka lama Yu”.

“Wah nikmat dong Ayu, all nite long ya pah”.

Aku memeluk dan mencium bibirnya, dia membalas pagutan bibirku sehingga kami ciuman dengan sangat bernapsu.

“Pah terusin di ranjang yuk. Ayu dah pengen lagi ngerasain kontol gede papah keluar masyuk lagi di memek Ayu”, ajaknya.

Ayu berbaring disebelahku, kita ber 2 dah telanjang bulet. Toketnya kuelus-elus.

“Yu, kamu seksi sekali”, kataku merayu.

Ayu hanya tersenyum, tidak menjawab rayuanku. Elusan tanganku di toketnya berubah menjadi remasan-remasan halus.

“Paah?”, aku memeluknya serta mencium bibirku.

Aku begitu menggebu-gebu melumat bibirnya, kujulurkan lidahku kedalam mulutnya. Nafasnya menjadi cepat serta tidak beraturan. Setelah beberapa saat kami berciuman, aku menggerakkan dan menggeser badanku sehingga sekarang sudah berada di atas badannya. Ayu semakin ganas saja dalam berciuman. Dia memeluk badanku rapat-rapat sambil menciumiku. Kemudian Ayu menciumi leherku dan terus turun kearah dadaku. Aku berdesis

“Yu, sshh.”

Ayu terus menciumi badanku, turun ke bawah dan ketika sampai disekitar pusarku, dicium sambil menjilatinya sehingga terasa sekali kontolku kian menegang.

“Yu?.. Adduuh” dan ayu secara perlahan-lahan terus turun dan ketika sampai disekitar kontolku, dicium dan dihisapnya daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya.

“Ssshhh… Yu” desisku lagi.

Kontolku sudah ngaceng keras sekali, mengacung ke atas. Dipegangnya kontolku dan dikocok pelan-pelan. Kontolku dimasukkannya kemulutnya.

“Aaahh??”, teriakku keenakan.

Ayu segera menaik turunkan mulutnya pelan-pelan dan sesekali disedot dengan keras.

“Yu.. enaak, lebih enak dari yang dimobil tadi”, kataku.

Ayu memutar badannya tanpa melepas kontolku dari mulutnya. Posisinya sekarang 69 dan Ayu berada diatas badanku. Memeknya yang dipenuhi jembut yang lebat kujilati. Ayu menggelinjang setiap kali bibir memeknya kuhisap. Dengan mulut yang masih tersumpal kontolku Ayu bergumam. Aku membuka belahan memeknya pelan-pelan dan kujulurkannya lidahku untuk menjilati dan menghisap-hisap seluruh bagian dalam memeknya. Dilepaskannya kontolku dari mulutnya sambil mengerang .

“Paaah, oooohhh”, sambil berusaha menggerak-gerakkan pantatnya naik turun sehingga mulut dan hidungku masuk semuanya kedalam memeknya.

“Paah.. teruss paaah”.

Apalagi ketika itilnya kuhisap, gerakan pantatnya yang naik turun itu makin dipercepat sambil mengerang lebih keras.

“Paah..teeruuss”.

Itilnya terus kuhisap-hisap dan sesekali lidah kujulurkan masuk kedalam memeknya. Gerakan pantatnya semakin menggila dan cepat, semakin cepat dan akhirnya.

“Paah… Ayu…. nyampeee”, sambil menekan pantatnya kuat sekali kewajahku.

Ayu terengah-engah. Perlahan-lahan aku menggeser badannya kesamping sehingga Ayu tergeletak di tempat tidur. Dengan masih terengah-engah Ayu memanggilku,

“Paah.. peluk Ayu… paah ” dan segera saja aku memutar posisi badanku lalu memeluknya dan mencium bibirnya.

Mulutku masih basah oleh cairan memeknya.

“Paah..”, katanya dengan nafas yang sudah mulai agak teratur.

“Apaa? Yu?.” sahutku sambil mencium pipinya.

“Paah.. nikmat banget ya dengan papah, baru dijilat saja Ayu sudah nyampe.

“Yu sekarang boleh gak akuu”, sahutku sambil meregangkan kedua kakinya.

Aku mengambil ancang-ancang diatasnya sambil memegang kontolku yang dipaskan pada belahan memeknya. Perlahan terasa kepala kontolku menerobos masuk memeknya. Aku mengulum bibirnya sambil menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Ayu menghisap dan mempermainkan lidahnya, sementara aku mulai menekan pantatku pelan-pelan sehinggga kontolku makin dalam memasuki memeknya dan bleeesss, kontolku sudah masuk setengahnya kedalam memeknya. Ayu berteriak pelan,

“Aaah paah”, sambil mencengkeram kuat di punggungku.

Kedua kakinya segera dilingkarkan ke punggungku, sehingga kontolku sekarang masuk seluruhnya kedalam memeknya. Aku belum menggerakkan kontolku karena Ayu sedang mempermainkan otot-otot memeknya sehingga aku merasa kontolku seperti dihisap-hisap dengan agak kuat.

“Yu.. teruus Yu, enaaakkk.. sekaliiii.. Yu…”, kataku sambil menggerakkan kontolku naik turun secara pelan dan teratur.

Ayu secara perlahan juga mulai memutar-mutar pinggulnya. Setiap kali kontol kutekan masuk kedalam memeknya, Ayu melenguh.

“Sssshhh.. paah”, karena kurasakan kontolku menyentuh bagian memeknya yang paling dalam.

Karena lenguhannya, aku semakin terangsang dan gerakan kontolku keluar masuk memeknya semakin cepat. Ayu semakin keras berteriak-teriak, serta gerakan pinggulnya semakin cepat juga. Aku semakin mempercepat gerakan kontolku keluar masuk memeknya. Ayu melepaskan jepitan kakinya di pinggangku dan mengangkatnya lebar-lebar, dan posisi ini mempermudah gerakan kontolku keluar masuk memeknya dan terasa kontolku masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian kurasakan rasa nikmat yang menggebu-gebu, kupeluk dia semakin kencang dan akhirnya

“Ayoo.. paah… akuu… mauu.. keluaar… paah”

“Tungguu.. Yu, kitaa sama-samaa”, sahutku sambil mempercepat lagi gerakan kontolku.

“Adduuhh paaah.. Ayu nggaak tahaan paah, ayoo.. sekaraang”, sambil melingkarkan kembali kakinya di punggungku kuat-kuat.

“Yu, akuu jugaa”, dan terasa creet.. creet… crrreeettt.

Pejuku muncrat keluar dari kontolku dan tumpah didalam memeknya. Aku menekan kuat-kuat kontolku ke memeknya. Dengan nafas yang terengah-engah dan badan penuh dengan keringat, aku terkapar diatasnya dengan kontolku masih tetap ada didalam memeknya. Setelah nafasnya agak teratur, kukatakan didekat telinganya.

“Yu, terima kasih ya. Papah puas banget barusan,” sambil kukecup telinganya.

Ayu tidak menjawab atau berkata apapun dan hanya menciumi wajahku. Setelah diam beberapa lama lalu Ayu kuajak membersihkan badan di kamar mandi dan terus tidur sambil berpelukan.

Paginya aku terbangun kesiangan. Mungkin karena cape ngentot aku jadi tidur dengan pulas. Ketika terbangun Ayu masih terkapar disebelahku. Aku ke kamar mandi, membasuh muka dan sikat gigi, kemudian dengan bertelanjang bulat aku keluar kamar mandi. Aku mengambil roti yang aku beli sejak pertama kali cek in di hotel dan membuat kopi, memang hotelku ini menyediakan fasilitas berlebih dikamar, walaupun ratenya biasa saja. Ada toaster dan coffee maker. Setelah aku selesai menyiapkan sarapan, Ayu kubangunkan.

“Dah pagi sayang, makan yuk, kan mesti ngumpulin enersi buat ronde berikutnya”.

Ayu tersenyum, turun dari ranjang dan masuk kamar mandi. Rupanya dia pipis, cuci muka dan sikat gigi. Akhirnya dia keluar dari kamar mandi tetap bertelanjang bulat. Disuguhi pemandangan merangsang seperti itu, kontolku mulai mengeras lagi. Ayu duduk disebelahku,

“Paah, dah keras lagi tuh, dah gak sabaran nungguin Ayu sarapan ya”.

Kami sarapan dengan gak banyak berkata-kata, Ayu menyenderkan tubuh telanjangnya didadaku sambil mengunyah toastnya. Setelah selesai sarapan, Ayu mulai melakukan aksinya. Kontolku diremasnya perlahan. Makin lama makin keras Ayu meremas kontolku. Kemudian dikocok-kocoknya sampe kontolku ngacengnya sudah keras banget. Ayu udah gak sabar pengen merasakan lagi kontolku keluar masuk memeknya. Aku duduk dan memeluknya serta mencium bibirnya. Ayu langsung memelukku kembali, bibirnya pun menghisap-hisap bibirku sedang tanganku mulai meremas-remas toketnya yang sudah mengeras dan memlintir pentilnya yang juga sudah mengeras.

“Kamu sudah napsu lagi ya, pentil kamu sudah keras. Memek kamu pasti udah basah ya Yu”, kataku lagi.

Ayu kembali menyentuh dan mengelus kontolku.

“Yyyaa.. terus Yu” desisku.

Aku berbaring diranjang sedang Ayu menelungkup diatasku. Kontolku mulai dijilati. Kontolku terus dikocok sambil diremas biji pelernya.

“Ayu isep ya kontol papah” katanya sambil menurunkan kepalanya dan memasukkan kontolku ke mulutnya.

“Ohh.. sshh, nikmat banget Yu” erangku.

Ayu menjilati kepala kontolku, diisep sambil terus dikocok-kocok. Sesekali dimasukan semua kedalam mulutnya sambil dikenyot.

“Oohh.. enak banget Yu” teriakku keenakan.

Ayu berhenti menghisap kontolku tapi terus dikocok-kocok.

“Isep lagi Yu. isep lagi.. enak banget” kataku.

Kembali kontolku dikocok sambil dipelintir pelan. “sshh.. Oohh.. eennaakk bannggett Yu. Enak banget.. terus Yu” desisku.

Ayu terus melakukan aktivitas tangannya.

“Yu isep lagi donngg.. jangan pake tangan aja.. ayo donk Yu” pintaku.

Ayu hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi. Kali ini benar-benar hot isapannya, kepalanya bergoyang kekiri kanan dan naik turun berkali-kali sementara tangannya terus mengocok dan memutar batang kontolku.

“Yu aku mau keluarr.. aku mau keluar nih” kataku.

Badanku mulai menegang. Ayu terus menghisap kontolku sambil terus memutar dan mengocok batang kontolku yang makin menegang keras.

“Terus Yu, isep terus” jeritku.

Ayu terus menghisap kontolku dan akhirnya

“Cccrreett.. ccrreett.. ccrreett..”, pejuku muncrat dimulutnya.

Kontolku terus dihisap. Aku ngecret 5 kali didalam mulutnya. Pejuku diludahkan dan Ayu membersihkan mulutnya yang belepotan sisa pejuku. Aku duduk disebelahnya dan mencium pipinya.

“Makasih ya Yu.. tadi enak banget deh..” kataku sambil mencium pipinya lagi.

Ayu mengambil 2 kaleng soft drink dari mini bar dan kami minum bersama.

“Kamu hari ini gak kuliah kan Yu”.

“Enggak pah, papah belon puas ya, Ayu akan ladenin napsu papah sampe papah bener-bener puas ama Ayu pah”, katanya sambil tersenyum manis.

Aku memeluk pinggangnya serta mencium lehernya.

“Sshh” Ayu mendesis.

Tanganku meraba toketnya, diremasnya pelan. Ayu terangsang, yang sudah mulai berkobar sejak dia ngisep kontolku.

“Diremes-remes dong.. masa diraba doang sih pah” Ayu mulai mengerang.

Ayu kutelentangkan, bibirnya kulumat. Ayu balas mencium dengan penuh napsu. Kontolku dielus dan dikocok lagi, dalam waktu singkat sudah ngaceng lagi. Aku terus meremas toketnya dan mulai menjilati lehernya lalu turun dan terus turun mencium belahan dadanya. Aku terus turun menciumi badannya, aku menciumi memeknya dari yang sudah basah karena lendir yang keluar dari memeknya.

“Aaayyoo doonngg paah!” teriaknya.

Tapi aku terus menjilati kaki kiri dan pindah ke kaki kanan. Kembali aku mencium bibirnya. Ayu membalas ciumanku dengan penuh napsu. Aku menjilati telinganya. Toketnya kembali kuremas-remas. Tanganku satunya terus menggosok itilnya.

“Pah… Ayu udah ngga tahan nih” desahnya.

Aku terus saja meraba, menjilat serta mencium toket serta memeknya.

“Papah jahil ya” katanya sambil mencium bibirku dengan hot.

Kontolku mulai diremas dan dikocok.

“Isep Yu. Aku pengen diisep lagi” kataku sambil sedikit menarik kepalanya mendekati kontolku.

Ayu terus mengocok sementara mulut dan lidahnya terus menghisap dan menjilat kontolku. Aku tidak tahan lagi, segera Ayu kutelentangkan, sambil mencium leher dan pundaknya. Toketnya kuremas dan tanganku satunya meraba memeknya.

“Pah, Ayu udah ngga tahan lagi” desisnya.

Toketnya langsung kuisep.

“Iiisseepp pentilnya, pah” desahnya.

Kemudian tangannya mendorong kepalaku kebawah.

“Jilat memekku pah” desahnya keenakkan karena aku sudah menjilati itilnya dan menumpangkan kaki kirinya kepundakku.

Aku terus menjilati memeknya dan memasukkan lidahku dalam-dalam.

“Tteerruuss.. yang dalem pah.. Oohh Ayuu uuddaahh mauu klluuaarr nniihh” jeritnya sambil terus menekan kepalaku.

Aku terus menghisap dan menjilati memeknya.

“Ayu nyampe pah, isep… tteerruuss.. isseepp tterruuss mmemek Ayu” Ayu bergetar dan menggelinjang menikmati jilatan-jilatan lidahku di memeknya.

Aku menaiki ayu.. tanganku memegang kontolku dan mengarahkan ke memeknya. Kutekan masuk.

“Kontol papah enak banget sih.. Oohh.. entotin ayu pah” jeritnya keenakan.

Aku meremas pantatnya dan tanganku yang satu lagi meremas toketnya. Sebentar saja dienjot Ayu merasa sudah mau nyampe.

“Ayu udah mau nyampe lagi pah, yang keras dong ngenjotnya”, katanya.

Aku mencabut kontolku, Ayu kusuruh nungging dan kontolku kembali kusodokkan kedalam memeknya dengan keras, langsung ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya. Kembali aku mengenjotkan kontolku dari belakang keluar masuk memeknya dengan keras. Berulang kali aku mengenjot kontolku sehingga mentok di memeknya.

“Yu,. aku mau keluar” jeritku.

“Bareng ya pah, Ayu keluar…!” Ayu menjerit panjang sementara aku makin memperkeras enjotanku.

Akhirny.

“Yu aku mau keluar..” jeritku dan pejuku kembali muncrat, kali ini membanjiri memeknya.

Ayu telungkup dan aku menindihku. Lemes juga ngentot pagi-pagi begini.

“Nikmat sekali pah”.

“Yu, mandi yuk”, kataku sambil bangun dari ranjang.

Ayu pun ikut bangun dan kita menuju ke kamar mandi. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling menyabuni. Toket dan kontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes-remes. Kontolku keras lagi karena terus saja diremas dan dikocok. Aku duduk diatas toilet, kontolku sudah tegak mengacung keras. Ayu duduk membelakangiku, kakinya dikangkangkan dan mengarahkan kontolku ke memeknya. Terasa sekali, perlahan kontolku mulai lagi menyesaki memeknya. Aku menyodokkan kontolku dari bawah keluar masuk memeknya.

“Pah, enjot yang cepet pah”, rintihnya saking nikmatnya.

Pinggulnya bergoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya kontolku di memeknya. Aku meremas-remas toketnya sambil menarik tubuhnya ke belakang. Aku mencium bibirnya dan Ayu membalas ciumanku. Cukup lama aku menyodok memeknya pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih cepat dan keras aku kembali ngecret di memeknya. Ayupun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejuku.

“Sst.. pah” jeritnya dan aku memeluk ayu dengan erat.

Hingga beberapa saat aku masih memeluknya, Ayu menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut.

“Trim’s ya pah, papah sudah membawa Ayu ke surga kenikmatan, luar biasa deh. Kapan-kapan Ayu dientot lagi ya pah”, katanya.

“Tentu saja Yu, aku juga merasa nikmat sekali ngentotin kamu. Memek kamu jauh lebih nikmat dari memeknya ABG laen, mana empotannya hebat lagi”, kataku memujinya.


Aksi

Information

6 responses

20 10 2009
budi

wah gue jd pengen ngetot ma ABG ni. siapa ABG yg mau gue entot sampe puuwwaaasss…kl ada yg mau ngentot ma gue silahkan hubungi 081352811549 dijamin low puas deh.

20 10 2009
budi

oya ngentot gratìs gk pake doku yg penting cari kepuasan sepuas2nya loya.dijamin anda puas.

26 11 2009
silvi

crita apaan nih? Ga jelas! Ngm’y jorok bgt!!!!

26 11 2009
silvi

jorok abis!! Ceritanya ga jelas bgt dech!!!

26 11 2009
silvi

wahai para manusia bertaubatlah sejak dini! Krn dunia bentar lg kiamat!!!

29 01 2010
Shan

Biar orang2 seperti mereka merasakan kenikmatan dunia’a, yg hanya sebentar, tp diakhirat mereka akan merasakan siksaan neraka, dmn mereka kekal d dlm’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: